palevioletred-jellyfish-458835.hostingersite.com – Pandemi Covid-19 memaksa mengurungkan segala aktivitas tatap muka untuk menghindari penularan Korona. Salah satunya di sektor pendidikan yang dialihkan dengan pembelajaran jarak jauh.
Pembelajaran jarak jauh berbeda halnya dengan belajar di sekolah, yang mana anak dapat berbaur, belajar, dan bermain dengan teman-teman sebayanya. Rasa bosan tentu menghinggapi anak selama menjalani pembelajaran jarak jauh, karena anak yang melakukan kegiatan belajar dari rumah cenderung dengan suasana yang monoton.
Baca juga: Hindari Rasa Bosan Saat PJJ, Gunakan Model Pembelajaran Berikut
Pendampingan orang tua sangatlah penting dalam menemani anak belajar dari rumah. Untuk memastikan mereka dapat belajar dan bertumbuh dengan baik, mulai dari kesehatan fisik, interaksi sosial, serta pengembangan logika dan kreativitas mereka.
Melansir dari Kompas.com, menurut Dr. Vivid F. Argarini, seorang praktisi pendidikan dan komunikasi, ada tiga hal yang dibutuhkan sebagai bekal orangtua mendampingi anak belajar jarak jauh dari rumah.
Pertama adalah mengenali gaya belajar anak. Setiap anak memiliki gaya belajar yang berbeda-beda. Ada anak yang belajar sambal ngemil, tiduran, ataupun dengan bermain games. Oleh karenanya, orang tua harus memahami gaya belajar seperti apa yang dilakukan oleh sang anak. Memahami gaya belajar anak membuat anak lebih mudah memahami apa yang dipelajari dan terhindar dari rasa bosan.
Baca juga: Pemkot Semarang Beri Kuota Gratis untuk 37.000 Siswa SMP
Kedua, orangtua harus memahami kebutuhan anak. Ketahui lebih dulu dalam satu hari ada berapa mata pelajaran, satu mata pelajaran berapa jam, apa saja tugas mata pelajaran tersebut. Maka dari itu, jika diperlukan orangtua duduk di samping anak memerhatikan bagaimana anak dan pengajar berinteraksi selama pembelajaran jarak jauh.
Orang tua juga dapat memahami emosi dan beban yang dirasakan sang anak agar anak tidak stres. Nah, jika seperti itu orang tua bisa bergerak cepat membantu mengatasi kesulitan apa saja yang dialami anak ketika belajar.
Ketiga, Orang tua perlu menerapkan komunikasi yang intens. Beri ruang untuk anak menyampaikan sesuatu yang ingin dia katakan, dirasakan ataupun dipirkan dengan tetap menjaga dan menghargai perasaan anak. Hal ini bisa dilakukan dengan menanyakan tugas, bagaimana cara menyelesaikannya. tentunya menggunakan Bahasa yang mudah dipahami anak.
Tak kalah penting adalah memberi apresiasi atas kerja yang dilakukan oleh anak selama belajar sekecil apapun itu.
Ketiga bekal tersebut, akan menciptakan komunikasi yang baik antara orangtua dan anak. Orangtua bukan hanya menuntut hasil pada anak, tapi juga mendampingi anak menjalani proses belajar jarak jauh. Dengan demikian, anak akan lebih nyaman belajar.
Baca juga:
- Tujuh Kecamatan di Sumenep Sudah Terapkan Sekolah dengan Tatap Muka
- Orang Tua Boleh Tidak Mengizinkan Anak dalam Pembelajaran Tatap Muka
- Nadiem: Dana BOS Bisa Digunakan untuk Pulsa dan Tablet Guru dan Siswa
Jangan lupa kunjungi media sosial kami, di facebook, instagram, dan twitter
Redaktur: Atik Zuliati
Redaksi palevioletred-jellyfish-458835.hostingersite.com