Mengalami Kekeringan, BPBD Rembang Salurkan Air Bersih ke 11 Kecamatan

Rembang, palevioletred-jellyfish-458835.hostingersite.com – Memasuki pertengahan bulan September, sudah ada 11 kecamatan yang mengalami kekeringan. Hal ini ditunjukan dengan permintaan dropping air bersih ke sebelas kecamatan di Rembang.

“Untuk sampai saat ini hari Sabtu tanggal 12 September 2020, desa yang terdampak musim kemarau (mengalami kekurangan air bersih) ada 29 desa, dari  11 kecamatan,” jelas Budi Asmara selaku Plt BPBD Rembang pada Sabtu (12/9/2020).

Menurutnya Pemkab Rembang kini telah mengerahkan dropping air bersih ke beberapa desa tersebut. Guna membantu mengatasi dampak kemarau yang dirasakan di Rembang.  “Untuk mencukupi kekurangan air bersih di 29 desa tersebut, dari Pemkab Rembang sudah melakukan atau memberikan  bantuan air bersih.” imbuhya.

Ia menilai untuk sementara, jumlah area yang terdampak cukup parah kekeringan sebanyak 4 area. Empat area tersebut sekaligus area paling awal yang meminta dropping air bersih ke BPBD Rembang.

Baca juga : Dampak Kekeringan Mulai Terasa, BPBD Droping Air ke Jakenan dan Winong

“Daerah yang paling awal dan parah yaitu di Desa Pranti Kecamatan Sulang, Desa Ketangi Kecamatan  Pamotan, Desa Sendangasri Kecamatan Lasem dan Ngotet Kecamatan Rembang.”

Sedangkan ada tiga kecamatan seperti Sarang,  Sluke dan Sale belum melakukan drooping air bersih sampai pertengahan September ini.

Dalam penjelasannya Budi Asmara menjelaskan sampai hari ini, pihak Pemkab Rembang melalui BPBD sudah melakukan droping sekitar 160 tangki air bersih ke semua daerah yang terdampak.

Sebelumnya, BPBD Rembang sendiri memprediksi bahwa daerah Kabupaten Rembang berpotensi mengalami kekeringan cukup tinggi. Berupa ada 14 kecamatan atau semua kecamatan di Rembang berpotensi mengalami kekurangan air bersih. (*)

Baca juga :

Jangan lupa kunjungi media sosial kami, di facebook, instagram, dan twitter

Redaktur : Dwifa Okta