Jangan Salah! Batuk Belum Tentu Terjangkit Covid-19, Kenali Perbedaannya

palevioletred-jellyfish-458835.hostingersite.com – Salah satu gejala terjangkit Covid-19 adalah batuk. Tak mustahil jika orang yang tengah mengalami batuk dicurigai terserang virus Covid-19.

Namun, batuk tidak selalu gejala Covid-19. Beberapa negara bahkan tengah menghadapi musim gugur, dan batuk menjadi salah satu penyakit musiman. Bagaimana cara membedakannya?

Baca juga: Sejumlah Warga Tak Pakai Masker Terjaring Operasi Yustisi

Melansir Kompas.com, Kamis (24/9/2020) batuk berkepanjangan adalah satu dari tiga gejala Covid-19 yang perlu kita waspadai. Gejala lainnya adalah suhu tubuh tinggi dan kehilangan kemampuan indera perasa atau penciuman.

Situs National Health Service (NHS) mendefinisikan batuk berkepanjangan sebagai “batuk yang berlangsung lebih dari satu jam, atau tiga episode atau lebih dalam 24 jam”. “Jika pasien mengalami gejala-gejala tersebut, kami menyarankan untuk mengikuti pedoman pemerintah, dan melakukan isolasi mandiri serta pengetesan jika memungkinkan,” ungkap ketua Royal College of General Practitioners (RCGP), Prof Martin Marshall.

Baca juga: Masker Scuba dan Buff Tidak Direkomendasikan untuk Digunakan Sehari-hari

Di negara yang mengalami musim gugur, serangga juga dapat memicu serangan batuk, dan kurangnya tes Covid-19 membuat banyak penderita batuk bertanya-tanya apakah dirinya perlu untuk mengisolasi diri.

Menurut ketua kelompok British Thoracic Society sekaligus profesor kedokteran pernapasan di Universitas Manchester, Prof Jacky Smith, batuk yang dimaksud sebetulnya bukanlah batuk aneh yang muncul pada satu hari dan hilang di hari berikutnya, melainkan batuk yang menerus.

“Kita semua memiliki virus yang membuat kita mengalami pilek dan sakit tenggorokan, tanpa batuk. Tetapi jika kamu mengalami batuk yang cukup sering, kamu memang perlu melakukan uji Covid-19,” katanya.

Baca juga: Tips Bersihkan Masker Kain untuk Mencegah Terjangkit Corona

Selain itu, menurut data dari aplikasi Covid Symptoms Study (Studi Gejala Covid), batuk yang berkaitan dengan sakit pilek tidak terjadi terus-menerus dan membuat seseorang sulit berbicara, terjaga di malam hari, atau berkaitan dengan sakit kepala dan kelelahan yang parah, seperti yang sering terlihat pada gejala Covid-19.

“Jika kamu juga memiliki gejala hidung ingusan, kelenjar bengkak dan bersin-bersin, itu juga kemungkinan bukan Covid,” kata profesor epidemiologi genetik di King’s College London, Tim Spector, yang menjalankan penelitian.

Baca juga: Kasus Terjangkit Covid-19 Kian Meningkat, Waspadai 5 Tempat Ini

Dia menambahkan, gejala batuk juga lebih jarang terlihat pada anak-anak dengan Covid, dibandingkan pada orang dewasa.

Kesulitan membedakan antara batuk terkait Covid-dan non-Covid adalah salah satu alasan mengapa RCGP menyuarakan pentingnya perbaikan besar pada sistem uji dan pelacakan jejak, serta menyarankan agar dokter memiliki akses ke tes Covid-19 untuk membantu membedakan antara Covid-19 dan kondisi serius lainnya pada pasien berisiko tinggi.

Baca juga: Dicekal AS, Facebook Ancam Angkat Kaki dari Eropa

Para peneliti di University of Cambridge juga telah mengembangkan aplikasi bernama Covid-19 Sounds, yang mereka gunakan untuk mengumpulkan rekaman orang yang batuk, bernapas, dan berbicara, dan gejala lainnya, serta hasil tes Covid-19.

Data ini digunakan untuk mengembangkan algoritma pembelajaran mesin, yang pada akhirnya diharapkan dapat mendeteksi batuk yang terkait Covid-19.

Baca juga: 

Jangan lupa kunjungi media sosial kami, di facebook, instagram, dan twitter

Redaktur : Atik Zuliati