Yogyakarta, palevioletred-jellyfish-458835.hostingersite.com – Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) mencatat menyusun dua skenario erupsi.
Hal tersebut mengingat aktivitas Gunung Merapi di DI Yogyakarta meningkat, bahkan statusnyasudah naik siaga sejak Kamis (5/11/2020) pukul 12.00 WIB lalu.
Selama pemantauan, warga lereng Merapi juga berangsur telah diungsikan utamanya kelompok rentan.
BPPTKG mencatat aktivitas seismik yang terpantau hingga Sabtu (14/11/2020) telah melampaui aktivitas menjelang munculnya kubah lava pada erupsi tahun 2006. Namun, masih lebih rendah jika dibandingkan dengan aktivitas seismik saat erupsi 2010.
Mengaca pada erupsi tahun-tahun sebelumnya tersebut, BPPTKG pun menyiapkan dua skenario erupsi.
“Skenario terjadi ekstrusi magma dengan cepat dan skenario erupsi eksplosif,” kata Kepala BPPTKG Hanik Humaida melansir Portal Jogja, Sabtu (14/11/2020).
Baca juga: Pantauan Aktifitas Merapi, Terjadi 14 Kali Gempa Vulkanik
Ekstrusi magma lanjut dia, adalah proses letusan gunung api dimana magma dapat keluar dari dalam bumi diakibatkan adanya celah, retakan, atau lubang yang mengarah ke permukaan bumi.
Sedangkan erupsi eksplosif adalah letusan dimana proses keluarnya magma ke permukaan dengan ledakan akibat tekanan gas yang sangat kuat.
Hanik menyebutkan jika erupsi yang dimungkinkan terjadi akan bersifat eksplosif jika melihat aktivitas seismik yang sudah melampaui kondisi yang terukur saat erupsi 2006.
Meski demikian, menurutnya jika terjadi erupsi eksplosif tidak akan sebesar erupsi pada tahun 2010. Sebab tidak terjadi tekanan berlebihan di dapur magma, migrasi magma berjalan pelan, peningkatan kegempaan dan erupsi menyerupai erupsi pada 2006 yang bersifat efusif, dan banyak terjadi hembusan yang menandakan pelepasan gas.
Letusan efusif sendiri merupakan letusan yang menghasilkan magma yang relatif encer, sedikit gas, dan dicirikan dengan pembentukan kubah lava di awal erupsi.
Baca juga: Mengaca Erupsi Merapi 2010, Stupa Candi Borobudur Ditutup Terpal
Berdasarkan pusat terjadinya kegempaan, maka saat ini magma berada dengan jarak sekitar 1,5 kilometer dari puncak. Pergerakan magma tersebut juga menjadi faktor penyebab terjadinya guguran material sisa letusan yang berada di puncak gunung.
Sementara itu, daerah berkemungkinan terdampak erupsi ini tersebar di sejumlah wilayah DI Yogyakarta serta 3 kabupaten di Jawa Tengah yang meliputi Magelang, Boyolali dan Klaten.
Sedangkan prediksi sementara arah erupsi Merapi antara Yogyakarta, Klaten dan Kendal.
Di Jawa Tengah sendiri persiapan sudah mulai dilakukan mulai dari tempat pengungsian dan lain sebagainya.
“Skenario sudah ada semua, jadi kalau arahnya ke Magelang ya Magelang siap. Makanya kemarin saya tengok tiga-tiganya baik di Klaten, Boyolali, Magelang. Semua mesti siap,” ucap Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Rabu (11/11/2020). (fp)
Baca juga:
- Siaga Merapi, Ganjar Minta Semua Harus Bersiap
- Tiga Kali Lepaskan Guguran, BPPTKG Tetapkan Radius Bahaya Sejauh 5 Km dari Merapi
- 961 Warga Lereng Merapi Sudah Mengungsi, Ganjar: Semua Siap
Sebagian artikel ini telah tayang di Portal Jogja dengan judul ‘BPPTKG Siapkan 2 Skenario Jika Gunung Merapi Erupsi, Aktivitas Seismik Meningkat, Guguran 19 Kali‘.