Yaqut Usulkan Jemaah Haji Jadi Prioritas Vaksinasi Covid-19

Jakarta, palevioletred-jellyfish-458835.hostingersite.com Menteri Agama RI, Yaqut Cholil Qoumas, mengusulkan agar calon jemaah haji mendapatkan prioritas vaksinasi Covid-19. Usul tersebuet telah disampaikan Yqut kepada Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin pada 5 Januari 2021 sebelum vaksinasi dimulai.

Yaqut dalam keterangan tertulisnya pada Selasa (19/1/2021) mengatakan, vaksinasi kepada jemaah haji ini untuk memberikan perlindungan jika Arab Saudi sudah membuka izin pelaksanaan haji.

“Dalam rangka menjamin dan memberikan perlindungan, kami telah bersurat ke Menkes, meminta agar jemaah haji tahun 1442H/2021M mendapatkan prioritas vaksinasi Covid-19,” kata Yaqut melansir Kompas.com pada Rabu (20/1/2021).

Baca juga: Dua Pemilik Agen Travel Umrah Tipu Puluhan Jemaah, Korban Rugi Miliaran

Baca Juga :   Meski Tak Wajib, Masyarakat Harus Sukseskan Vaksinasi Covid-19

Ada beberapa alasan menurut Menag agar jemaah haji menjadi prioritas pemberian vaksin Covid-19. Yaitu, jemaah haji kemungkinan akan ditolak kedatangannya oleh otoritas Arab Saudi jika belum divaksin Covid-19.

Kemudian, jika belum divaksin, maka perlu alokasi waktu, tempat, dan biaya untuk karantina jemaah, sebelum dan saat tiba di Arab Saudi.

Sementara alasan ketiga, apabila belum divaksin, maka jemaah harus melakukan tes PCR saat karantina, sebelum dan sesudah sampainya di Arab Saudi.

“Dan keempat, jika belum divaksin, perlu penerapan physical distancing di embarkasi, selama penerbangan dan selama di Arab Saudi, serta setibanya jemaah di Tanah Air,” ujarnya.

Baca juga: Selain Lini Kesehatan, Pelaku Ekonomi dan Keamanan Diprioritaskan Dapat Vaksin Covid-19

Baca Juga :   Nakes Jalani Vaksinasi, Plt Direktur RSUD Soewondo Imbau Masyarakat Tak Khawatir

Yaqut mengatakan, jika kuota haji normal, maka vaksinasi perlu dilakukan kepada sekitar 257.540 orang. Adapun jumlah ini terdiri atas 221.000 jemaah haji reguler dan jemaah haji khusus, 4.200 petugas kloter dan petugas non kloter, 3.400 petugas haji di seluruh provinsi, dan 18.000 pembimbing haji pada 6.000 KUA Kecamatan di seluruh Indonesia.

Termasuk juga 10.940 panitia dan pembimbing manasik pada 547 Kabupate atau kota seluruh Indonesia.

“Kami masih menunggu respons dari Menkes. Kami harap ini bisa segera dilakukan, utamanya setelah ada kepastian dari Arab Saudi terkait penyelenggaraan dan kuota haji 1442H/2021M,” ucap dia. (fp)

Baca juga: Menag RI: Belum Ada Kepastian Pelaksanaan Ibadah Haji 2021

Baca Juga :   News Grafis : Percepat Vaksinasi, Pemkab Tambah Tempat

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul “Menag Minta Jemaah Haji 2021 Masuk Prioritas Pemberian Vaksin Covid-19, Ini Alasannya…“.