Rembang, palevioletred-jellyfish-458835.hostingersite.com – Kematian Anom Subekti yang merupakan dalang dan seniman serba bisa menggegerkan Kabupaten Rembang. Pasalnya kejadian nahas tersebut juga terjadi pada istri, anak dan cucunya.
Meninggalnya Anom juga turut mengundang rasa duka di kalangan warga Rembang, serta rasa kaget dari sanak saudara pun orang dekatnya. Itulah yang dirasakan oleh Ki Puji Darsono atau Ki Dalang Gondrong al Frustasi saat ditemui di kediamannya di Pancur.
“Atas perginya Pak Subekti,” begitu katanya. Ia merasa henra bercampur kaget. Sebab menurutnya Ki Anom Subekti merupakan orang yang baik dan tidak banyak musuh.
“Kaget juga mendengar kabar dari Pak Bekti. Saya kaget benar. Ini motifnya apa. Saya sangat kenal Pak Bekti. Bagus orangnya, orangnya itu grapyak dan dek sangklangnge,” ungkapnya mengenang sosok dalang Anom, Kamis malam (4/2/2021).
Baca juga: 4 Anggota Keluarga di Rembang Ditemukan Tewas di Padepokan
Baginya, Ki Anom Subekti tidak hanya baik dalam pribadi. Dalam hal kesenian, Ki Anom Subekti merupakan seniman serba bisa. Mulai dari bidang pewayangan, ketoprak hingga pembuatan gamelan ia jalani semua.
“Termasuk seniman Rembang dia. Beliau dalang bisa, ngetoprak bisa,” imbuhnya.
Selain itu, Ki Anom Subekti bagi Ki Gondrong tidak hanya kiprahnya di dunia kesenian saja yang harus ditangkap. Aktifnya didunia pemerintahan juga harus dicatat. Terlebih saat bekerja di penerangan zaman orde lama.
“Pak Bekti itu sangat luar biasa dalam memajukan seni di Rembang. Karena selain pelaku seni beliau juga saat itu, dulu ada pegawai penerangan. Pak Bekti ada di situ. Pak Bekti dalam event apapun selalu tampil,” ungkapnya.
Baca juga: Kasus Keluarga Tewas di Rembang, Polres: Ada Tindak Kekerasan
“Sebagai sampiran pemerintah, beliau mampu memberikan apapun. Menyampaikan visi-misi dari pemerintah ke masyarakat atau dari masyarakat ke pusat.”
Namun bagi Ki Gondrong yang paling berkesan adalah pengalaman mudanya dengan Ki Anom Subekti. Menurutnya beliau selalu menjadi candradimuka bagi para seniman muda seperti dirinya saat itu.
“Pak Bekti satu-atunya yang memberi support ke saya. Jangan pernah takut kepada temen temen kita yang sudah bagus. Sudah menonjol, tetap semangat. Karena rezeki yang ngatur tuhan. Itu (katanya) waktu saya belajar.”
Kini Ki Anom Subekti telah pulang ke hadapan Tuhan dan meninggalkan banyak karya serta kiprah kesenian di Rembang. Ki Anom Subekti tak hanya abadi namamu, ia juga abadi dengan laku kesenian. (*)
Baca juga: Sidik Jari Terdeteksi, Reskrim: Pelaku Lebih dari Satu
Jangan lupa kunjungi media sosial kami, di facebook, twitter dan instagram
Redaktur : Ulfa
[embedyt] https://www.youtube.com/watch?v=j4h72s05p1A[/embedyt]