Rembang, palevioletred-jellyfish-458835.hostingersite.com – Komunitas literasi di Indonesia semakin banyak yang lahir, termasuk salah satunya di Kabupaten Rembang. Komunitas ‘Rembang Membaca’ tumbuh berlandaskan kesadaran beberapa orang untuk membawa kesadaran membaca di kota penghasil garam ini.
Rembang Membaca bisa dibilang komunitas paling awal untuk komunitas literasi di Rembang. Sebelum adanya dua komunitas seperti Lentera Kisik dan Komunitas Gerobak Baca.
Aji Putra Bayu, salah satu founder komunitas Rembang Membaca, mengungkapkan bahwa komunitasnya ini didirikan oleh 6-10 orang, termasuk dirinya.
Mulanya Rembang Membaca dilatarbelakangi dari kegelisahan teman-teman perpustakaan karena rendahnya minat baca di Kabupaten Rembang. Apalagi saat ini perkembangan teknologi makin pesat yang justru membuat minat baca di masyarakat semakin turun.
Baca juga: 5 Aplikasi Online untuk Belajar dari Rumah Selama Pandemi
Selain di bidang literasi, lanjut Aji, komunitas Rembang Membaca juga bergerak di bidang pelestarian permainan tradisional. Menurutnya berbagai permainan tradisional saat ini sudah mulai ditinggalkan, khususnya di daerah perkotaan.
“Dengan adanya teknologi itu kan, kayak semacam permainan-permainan tradisional itu udah ndak ada di kota. Kalau di desa masih ada. Dari situ kita bergerak, terus bikin komunitas Rembang Membaca,” ungkapnya.
Rembang Membaca pertama kali mengadakan kegiatan di masyarakat pada tahun 2016 berupa festival egrang dan seribu buku di Alun-alun Rembang. Kegiatan tersebut menurut Aji membuat banyak masyarakat yang mengenal komunitas Rembang Membaca.
Baca juga: Dorong Kegemaran Membaca dengan Gerobak Baca
Selepas itu Rembang Membaca lebih sering mengadakan kegiatan-kegiatan safari buku di berbagai daerah di kabupaten Rembang. Dalam agenda tersebut Rembang Membaca melakukan kegiatan bagi-bagi buku gratis kepada masyarakat yang juga diselingi kegiatan mendongeng kepada anak-anak. Fungsinya agar anak-anak tertarik dengan membaca.
“Intinya kita open donasi terus bagi-bagi buku, seperti itu,” imbuhnya.
Aji menyadari dampak dari adanya komunitas Rembang Membaca terhadap peningkatan minat baca pada masyarakat Kabupaten Rembang memang masih belum maksimal. Karena kesibukan para anggotanya Rembang Membaca saat ini sedang istirahat.
Namun, ia saat ini cukup bahagia karena saat ini semakin banyak lahir komunitas literasi di kabupaten Rembang. “Harapannya, literasi jangan sampai hilang, eman-eman gitu,” ungkapnya. (*)
Baca juga: Kemendikbud Berusaha Tingkatkan Kompetensi dan Karakter Peserta Didik
Jangan lupa kunjungi media sosial kami, di facebook, twitter dan instagram
Redaktur : Ulfa