Video : Sabet Sejumlah Penghargaan, Sato Iwen Budidaya Itik Tanpa Bahan Kimia

Pati, palevioletred-jellyfish-458835.hostingersite.com – Kelompok Ternak Itik Sato Iwen membudidayakan itik dengan cara alami tanpa menggunakan bahan kimia sedikitpun. Hal tersebut diungkapkan oleh Ngatono selaku Sekretaris Kelompok Ternak Itik Sato Iwen saat dihubungi palevioletred-jellyfish-458835.hostingersite.com, Selasa (9/3/2021).

Ngatono mengatakan jika dirinya bersama anggota merawat itik secara tekun. Dimulai dari makanan, kebutuhan kesehatan, dan pemeliharaan.

Ia menjelaskan bahwa pemeliharaan itik dimulai sejak masih bibit di penetasan. Lalu tumbuh menjadi anakan itik.

Selanjutnya, anakan itik diberi vaksin prebiotik mulai usia 15 hari. Vaksin prebiotik dicampurkan ke dalam minumannya. Vaksin tersebut berguna untuk meningkatkan daya tahan itik supaya kebal penyakit.

“Setiap pagi dan setiap sore kami memberi makan. Makanannya berupa rucah, keong, bekatul, dan karak,” ungkapnya.

Ia memberikan konsentrat olahan sendiri yang mengandung protein pada makanan itik. Supaya menambah nutrisi itik-itiknya. Karena jika perawatannya sejak kecil sudah bagus, maka besarnya juga bagus.

Perlu diketahui, saat ini jumlah itik Sato Iwen sebanyak 20.000 ekor dengan kapasitas kandang 5.000 hektare. Dengan dibagi menjadi tiga kandang. Harga per satu itik senilai Rp75.000.

Itik yang dibudidaya Kelompok Ternak Itik Sato Iwen telah memberi kontribusi yang besar untuk meningkatkan ekonomi warga. Bahkan itik-itiknya telah didistribusikan hingga ke luar jawa.

“Hasil yang diperoleh luar biasa. Keuntungannya bisa mencukupi ekonomi warga di desa Langgenharjo, Kecamatan Margoyoso, Kabupaten Pati,” ungkap Ngatono.