Blora, palevioletred-jellyfish-458835.hostingersite.com – Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Blora membuka layanan Warung Keluarga Berencana (Warung KB) sebagai sarana sosialisasi program keluarga berencana.
Kegiatan yang dibuka setiap hari Jumat itu cukup memberikan dampak baik. Setidaknya ada dua hingga tiga orang menjadi peserta akseptor KB baru.
Kepala DPPKB Kabupaten Blora Ahmad Nur Hidayat, mengatakan Warung KB merupakan gerakan sosial dan gotong royong di lingkungan kantor setempat untuk berbagi kepada warga masyarakat sekitar, khususnya di masa pandemi Covid-19.
“Kami programkan Warung KB, untuk berbagi di saat pandemi Covid-19 dan sebagai media sosialisasi edukasi kepada warga supaya ikut program KB,” terang Ahmad Nur Hidayat di Blora, Jumat (19/3/2021).
Baca juga: Kasus DBD di Blora Meningkat, 33 Orang Terindentifikasi
Dengan program itu warga masyarakat sekitar bisa menikmati sajian makan pagi gratis sambil diberikan pengetahuan dan informasi terkait pentingnya ikut KB.
“Terlebih kontrasepsi jangka panjang yang meliputi IUD (Intra Uterine Device), implant (susuk KB) dan kontap (kontrasepsi mantap),” terangnya.
Dengan layanan Warung KB, masyarakat tidak perlu sungkan datang setiap Jumat pagi ke kantor DPPKB Blora karena disediakan sarapan pagi.
“Silakan, makan sepuasnya, bayar dengan doa. Supaya kita semuanya selalu dalam lindungan Allah SWT. Aman dari penularan Covid-19 dan jangan lupa ikut KB, tidak nikah dini, tidak melakukan seks pra nikah, serta hindari narkoba/NAPZA,” ajaknya.
Baca juga: BKKBN Jadikan Kota Semarang Sebagai Pilot Project Penanganan Stunting
Program itu sebagai bagian implementasi penyuluhan Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE) KB dalam rangka meningkatkan pengetahuan, sikap, dan perilaku keluarga dan masyarakat untuk mewujudkan keluarga yang berkualitas.
“Warga kita ajak makan pagi bersama, menunya tidak mewah, tapi bergizi. Kemudian kita tanya, ikut KB apa dan disosialisasikan pentingngnya ikut KB. Jarak kehamilan diatur dan direncanakan,” jelasnya.
Sementara itu seorang Ibu rumah tangga warga Desa Tutup Kecamatan Tunjungan, Kabupaten Blora, Darsiyem, menyadari pentingnya ikut keluarga berencana setelah memiliki lima orang anak.
“Iya, saya baru akan daftar akseptor peserta KB setelah ada anak saya yang kelima ini,” ucap Darsiyem.
Tidak hanya Darsiyem, tapi juga ada sejumlah ibu rumah tangga lainnya yang baru akan mendaftar akseptor KB.
“Saya doakan setelah ibu Darsiyem ikut KB, semoga lebih sejahtera, lebih tenang, semakin sehat, suaminya makin dimudahkan dan dilancarkan dalam bekerja menghidupi keluarganya,” pungkas Kepala DPPKB Kabupaten Blora. (*)
Baca juga: Cegah Pernikahan Dini, Pemprov Jateng Galakkan Program ‘Jo Kawin Bocah’
Jangan lupa kunjungi media sosial kami, di facebook, twitter dan instagram
Redaktur: Ulfa PS