Kesadaran Wajib PBB Meningkat, Setengah Tahun Capai Realisasi 89 Persen

Pati, palevioletred-jellyfish-458835.hostingersite.com – Dibanding dengan tahun lalu, kesadaran warga Pati atas kepatuhan pajak jauh lebih baik pada tahun 2021 ini.

Hal ini lantaran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) telah membentuk tim, guna menangani warga wajib pajak yang kerja di luar negeri. Yaitu dengan mengirimkan pesan maupun menjalin komunikasi dengan keluarga dekat.

“Sampai saat ini, dari target 22 milyar, sudah terealisasi sekitar 89%. PBB ini tergolong pendapatan pajak yang paling responsif. Hal ini disebabkan masyarakat desa khawatir apabila tidak rutin bayar PBB, tanahnya bisa hilang. Oleh karena itu, masyarakat Pati dalam membayar PBB ini masih tinggi,” ujar Bupati Pati Haryanto dalam acara pengundian door prize di Pendopo Kabupaten Pati, belum lama ini.

Baca Juga :   Prakiraan Cuaca Kabupaten Pati, Kamis 18 Agustus 2021

Terhitung hingga dengan akhir Juni 2021, terdapat 6 kecamatan yang telah melunasi PBB nya, yaitu Kecamatan Gembong, Batangan, Winong Kidul, Dukuhseti dan Pucakwangi.

Haryanto mengatakan, betapa pentingnya memacu pelunasan pajak. Bukan semata untuk meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) saja, melainkan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang kepatuhan.

“Apabila masyarakat membayar pajak itu bagian dari kewajiban dan ketaatan. Sebab sumber penghasilan negara yang paling besar ialah dari pajak. Alhamdulillah Kabupaten Pati dapat bertumpu dari pajak. Meskipun secara nilainya tidak seberapa, yaitu target kita sekitar Rp22 miliar, bila ditambah dari pajak yang lain, cukup banyak untuk menopang pembangunan di Kabupaten Pati,” jelas Haryanto.

Haryanto pun mengucapkan terima kasih atas peran semua pihak dalam memacu pajak ini. Sebab, bagaimanapun pajak yang telah dibayarkan penggunaannya akan kembali lagi kepada masyarakat.

Baca Juga :   Pihak Terdakwa Kasus Penggelapan KSP Intidana Laporkan Balik Pelapor

“Dari pendapatan pajak yang ada, kita kumpulkan, lalu kita bagi lagi yang mana akan kita gunakan untuk pembangunan. Ada berupa DD, ADD, bankeu dan program – program lain. Setelah itu hasilnya pun akan dinikmati oleh masyarakat”, tuturnya.

Sementara itu, Plt Kepala BPKAD Pati Pujo Winarno mengatakan bahwa pihaknya memberikan door prize di periode 1 ini bertujuan untuk memotivasi para wajib pajak untuk dapat segera membayar pajak dengan tepat waktu sebelum jatuh tempo.

“Sedangkan tujuannya ialah, meningkatkan capaian realisasi pajak daerah agar tercapai sesuai dengan motto yang sering kita sampaikan yaitu pajak lunas pembangunan lancar”, ujarnya.

Untuk implementasi transaksi non tunai penerimaan pajak dan retribusi daerah, lanjut Pujo, seluruhnya dilakukan secara online full host to host bekerjasama dengan bank yang ditunjuk sejak 1 Januari 2020 melalui aplikasi pajak e–Go, e–PBB dan e–BPHTB.

Baca Juga :   Tumbuhkan Minat Usaha, Dinporapar Pati Gelar Program Pelatihan Kewirausahaan

“Sampai dengan hari ini, sejumlah kecamatan telah menyelesaikan pelunasan pembayaran secara keseluruhan”, tandasnya. (*)

 

Jangan lupa kunjungi media sosial kami, di facebook, twitter dan instagram

Redaktur: Mila Candra

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari palevioletred-jellyfish-458835.hostingersite.com  di Google News. silahkan Klik Tautan dan jangan lupa tekan tombol "Mengikuti"

Jangan lupa kunjungi media sosial kami

Video Viral

Kamarkos
Pojoke Pati