Semarang, palevioletred-jellyfish-458835.hostingersite.com – Selama kurun waktu 3 tahun (2019-2021), pemerintah provinsi Jawa Tengah telah menyalurkan insentif bagi guru atau pengajar agama, lebih dari Rp714 miliar.
Insentif tersebut disalurkan kepada semua pengajar agama, diantaranya adalah pengajar agama Islam, Katholik, Kristen, Hindu, dan Budha.
Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Setda Provinsi Jawa Tengah Imam Maskur menyatakan, program tersebut awalnya pada 2019 menyasar 171.131 orang. Kemudian pada 2020 dan 2021, penerimanya ditingkatkan.
“Pada tahun 2020 dan 2021 penerimanya menjadi 211.455 orang,” ujarnya, Senin (6/9/2021).
Total anggaran yang dikeluarkan untuk insentif pengajar agama dalam tiga tahun mencapai Rp714.149.200.000. Anggaran tersebut mulanya berjumlah Rp205.657.200.000. Pada 2020 dan 2021 anggarannya ditingkatkan menjadi Rp 254.246.000.000
Sedangkan pada tahun 2021, ia menyebut penyaluran insentif pengajar agama tengah bergulir.
“Telah cair untuk semester pertama sebesar Rp127.737.000.000,” imbuhnya.
Selain itu, Pemprov Jateng pun memberikan Bantuan Operasional Sekolah Daerah (Bosda) bagi siswa-siswi jenjang Madrasah Aliyah swasta maupun negeri. Anggaran Bosda tahun 2021 sebesar Rp26.867.110 yang dibagikan kepada 177.144 siswa. (*)
Redaksi palevioletred-jellyfish-458835.hostingersite.com