Kebut, Normalisasi Sungai Juwana Capai 92 Persen

Pati, palevioletred-jellyfish-458835.hostingersite.com – Bupati Pati Haryanto mangklaim pelaksanaan proyek normalisasi Sungai Juwana sudah mencapai 92,5 persen. Normalisasi sungai yang melewati beberapa daerah ini diharapkan dapat mencegah banjir.

Haryanto mengatakan proyek ini pelaksanaannya oleh pemerintah pusat melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali-Juwana. Proyek ini sudah berjalan sejak tahun 2020 lalu.

“Pelaksanaan kontrak normalisasi Sungai Juwana bersifat multiyears. Yaitu kontrak tahun jamak dari 24 Agustus 2020 sampai 17 Oktober 2021. Saat ini sudah 92,5 persen,” kata Haryanto saat ditemui belum lama ini.

Dia menambahkan, tahapan pengerjaan saat ini ialah meninggikan dan merapikan tanggul.

Penanganan Sungai Juwana, terang Haryanto, masuk dalam proyek strategis nasional berdasarkan peraturan presiden RI nomor 79 tahun 2019 tentang percepatan pembangunan ekonomi di beberapa kawasan.

Baca Juga :   Kreatif, Pemuda Juwana Ini Buat Layangan Raksasa ‘Train Naga’

Yakni, kawasan Kendal – Semarang – Salatiga – Demak – Grobogan – Kawasan Purworejo – Wonosobo – Magelang – Temanggung dan Kawasan Brebes – Tegal – Pemalang dengan anggaran dari dana APBN sebesar Rp300 miliar.

Sebelumnya, beberapa fraksi pada Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati mendorong agar Pemerintah Kabupaten Pati untuk mempercepat normalisasi Sungai Juwana untuk mengantisipasi musibah tahunan, yakni banjir. Salah satu fraksi yang bersuara itu adalah Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

Permintaan ini ada lantaran setiap musim penghujan datang, puluhan desa di pinggiran Sungai Juwana mengalami kebanjiran. Aliran air ‘mbleber’ ke permukiman warga. Masyarakat rugi ratusan miliar akibat bencana ini.

Baca Juga :   Nahkodai PMI Pati 3 Periode, Haryanto: Saya Ndak Pernah 'Bawa Duit'

Bencana banjir ini lantaran Sungai Juwana di Kabupaten Pati sepanjang 60-an kilometer mengalami pendangkalan hebat. Maka dari itu diperlukannya normalisasi sungai.

Selain itu, Pemkab Pati juga tengah membangun tambatan kapal guna memindahkan parkir kapal-kapal nelayan dari muara sungai ke tambatan kapal. Tambatan kapal masih proses pengerjaan. (*)