Jakarta, palevioletred-jellyfish-458835.hostingersite.com – Dianggap menimbulkan kegaduhan bagi masyarakat, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mencabut program anjuran bagi kader laki-laki yang telah mampu untuk poligami dengan janda.
Program dalam Tazkirah No.12 tentang Solidaritas Terdampak Pandemi itu dicabut dengan alasan telah menerima berbagai masukan masyarakat.
“Setelah kami mendapat berbagai masukan dari pengurus, anggota dan masyarakat secara umum, kami memutuskan untuk mencabut anjuran poligami tersebut. Kami minta maaf jika anjuran ini membuat gaduh publik dan melukai hati sebagian hati masyarakat Indonesia,” ujar Ketua Dewan Syariah Pusat PKS Surahman Hidayat dalam keterangannya, Kamis (30/9/2021).
Ia mengaku bahwa PKS saat ini ingin fokus meringankan beban ekonomi masyarakat yang terdampak pandemi. Terutama anak-anak yatim.
“Perhatian utama kami adalah membantu meringankan kesulitan ekonomi masyarakat akibat terdampak pandemi,” ucapnya.
Pihaknya terus menyukseskan program penanganan pandemi dengan membagikan Rp 1,7 juta paket sembako bagi masyarakat yang kesulitan ekonomi.
“Saatnya kita turun tangan dengan program yang benar-benar dibutuhkan oleh masyarakat,” ujarnya.
PKS sangat terbuka untuk menerima masukan dari berbagai pihak di masyarakat.
“PKS mengucapkan terima kasih atas masukan, kritik dan saran dari semua pihak. Dan ini merupakan bentuk perhatian yang besar dari publik terhadap jalannya organisasi partai ini,” pungkasnya. (*)
Redaksi palevioletred-jellyfish-458835.hostingersite.com