Pati, palevioletred-jellyfish-458835.hostingersite.com – Sempat terpuruk lantaran adanya pandemi Covid-19, pengusaha konveksi seragam sekolah di Kabupaten Pati mulai menggeliat. Kondisi ini imbas dari dibukanya uji coba pembelajaran tatap muka (PTM) di sejumlah sekolah di Bumi Mina Tani.
Seorang pengusaha konveksi seragam sekolah, Karmisih mengatakan, pesanan seragam miliknya meningkat cukup signifikan. Mengingat sebelumnya, usaha yang dirintis sejak 8 tahun lalu itu sempat terpuruk di masa pagebluk. Bahkan peningkatan penjualannya mencapai 80 persen.
“Alhamdulillah, sejak pembelajaran tatap muka dibuka, konveksi saya mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Sekitar 80% meningkatnya. Sejak awal bulan Agustus sampai sekarang sudah ada ribuan pesanan yang kami terima,” ujarnya, Kamis (14/10/2021) kemarin.
Mulai awal pandemi hingga pertengahan tahun, ketika kegiatan belajar mengajar (KBM) dialihkan ke daring (online), Karmisih mengaku pesanan seragam sekolah miliknya anjlok hingga 100 persen. Saat itu, ia pun terpaksa harus beralih ke usaha lain.
“Sebelum dibukanya pembelajaran tatap muka, kami mengalami penurunan yang sangat luar biasa sampai 100% penurunan,” ucap warga Desa Panjunan, Kecamatan Pati Kota.
Tidak hanya itu, pihaknya sempat merumahkan puluhan karyawannya. Hal ini lantaran sepinya order seragam sekolah. “Alhamdulilah sekarang yang kerja di sini maupun borongan di rumah bisa kerja atau aktif lagi,” ungkapnya.
Ia mengaku pesanan dari Pati masih minim. Banyak pesanan yang berasal dari luar pulau Jawa. Hal ini, karena kabupaten berjuluk Bumi Mina Tani ini masih dalam tahap uji coba PTM.
“Saat ini peningkatannya luar biasa, terutama pesanan dari luar Jawa, banyak sekali pesanan masuk. Kalau dari lokal belum, masih biasa saja. Karena pembelajaran tatap muka di Pati baru separuh-separuh,” pungkasnya. (*)
Wartawan