GITJ Gembong, Bentuk Lidi Raksasa Jadi Pohon Natal

Pati, palevioletred-jellyfish-458835.hostingersite.com – Gereja Injil di Tanah Jawa (GITJ) Gembong Kecamatan Gembong, turut merayakan natal dengan cara yang unik.

Jika biasanya pohon Natal dibuat dari pohon cemara, namun kali ini ada yang berbeda dengan yang ada di GITJ Gembong.

Pohon Natal yang terbentuk dari rangkaian puluhan batang lidi ini, menjadi sesuatu hal yang unik. Serta mampu menjadi magnet bagi masyarakat sekitar untuk berswafoto untuk kemudian diabadikan di media sosial (Medsos) nya masing-masing.

Pendeta Stevanus Siswanto mengatakan, pohon Natal dari lidi yang menjulang setinggi 4 meter tersebut, dibuat dari 225 ikat lidi atau sekitar 30.000-an batang.

“Pohon Natal ini memakan waktu hampir tiga pekan untuk proses pembuatan. Sejak awal November mulai mengumpulkan sapu lidi dari setiap satu KK jemaat kami. Ketika sudah terkumpul, mulai ngecat hiasannya. Lalu akhir November mulai merangkai dan pada awal Desember sudah berdiri,” ujarnya saat ditemui awak di lokasi, belum lama ini.

Dalam pembuatan pohon Natal lidi ini, juga tidak asal. Stevanus mengungkapkan bahwa pohon tersebut mempunyai arti filosofis bagi para jemaat GITJ Gembong.

“Filosofinya karena kita orang Jawa, dan gereja ini adalah gereja Jawa, GITJ, kami sarat dengan simbol-simbol, jadi kami mengangkat tema kasih Kristus menggerakkan persaudaraan dan menjadi kesaksian, tahun ini temanya itu. Filosofinya, keluarga-keluarga ini harus menjadi satu sehingga kuat seperti sapu lidi. Kita jadikan satu seluruh jemaat jadilah pohon natal yang menjadi kesaksian bagi banyak orang. Pribadi yang rapuh-rapuh ini akan menjadi kuat ketika disatukan dan menjadi kesaksian,” ujarnya.

Stevanus mengaku, membuat kreasi unik jelang hari Natal, bukanlah kali pertama dilakukan oleh pengurus gereja.

Setiap tahun, pihak gereja berusaha membuat pohon Natal yang anti mainstream. Misalnya, tahun 2020 kemarin, GITJ Gembong membuat pohon Natal dari ecobrick, sebagai bentuk kepedulian dan kecintaan umat Nasrani pada lingkungan sekitar.

“Setiap tahun kita buat pohon natalnya sesuai tema. Tahun lalu kita buat pohon natal dari ecobrick. Sebelumnya juga ada botol bekas, pernah juga dari sampah plastik, intinya setiap tahun berubah,” tandasnya. (*)