palevioletred-jellyfish-458835.hostingersite.com – Para rider MotoGP mengeluhkan kondisi Sirkuit Mandalika, Lombok. Keluhan itu di antaranya ialah penilaian trek yang aspalnya mudah terkelupas.
Pada saat ujicoba pramusim pada 11-13 Februari 2022 lalu sempat diwarnai dengan kondisi lintasan yang kotor. Debu yang masuk ke trek usai hujan deras berubah menjadi lumpur akibat gerimis pada Jumat pagi. Bendera merah sempat dikibarkan tanda sesi dihentikan, agar petugas trek membersihkannya. Kondisi tersebut tak membaik secara signifikan.
Para rider pun menerima gagasan Alex Marquez dalam rapat Safety Commission untuk membersihkan trek dengan motor masing-masing. Setiap rider wajib menjalani 20 lap pada pukul 11.55-15.00 WITA, dan sejak itu garis balap yang ideal muncul. Tapi area lain masih kotor, dan hal ini dinilai mempersulit aksi salip menyalip.
“Saat ini mustahil dipakai balapan. Jika balapan saat ini juga, tak mungkin. Anda tak bisa menyalip karena hanya ada satu garis balap sementara bagian lain seperti genangan air. Jika menyentuhnya, Anda mudah jatuh. Karena itulah banyak kecelakaan. Tapi saya tak ragu mereka akan membersihkan treknya dalam sebulan,” ungkap Aleix Espargaro.
Namun, kotornya lintasan tak mnejadi kendala yang mengkhawatirkan. Kecemasan para rider justru karena aspalnya mudah terkelupas. Tak sedikit rider yang terkena lemparan batu kerikil di motor, helm, dan tubuh mereka. Usai diselidiki ternyata aspal yang digunakan Sirkuit Mandalika tak sesuai dengan arahan konsultan.
“Masalah terbesarnya ada di garis balap, yang sangat bersih usai tiga hari dan sejuta lap namun bikin motor di depan melemparkan sejuta batu per tikungan kepada Anda. Jika Anda lihat lengan para rider yang saling membuntuti, tampak seperti motocross. Motor, visor, leher para rider. Saya tak tahu apakah mereka bisa memperbaiki ini. Aspalnya terkelupas,” imbuh Espargaro.
Fabio Quartararo juga ikut angkat bicara sol kondisi terkelupasnya aspal di trek. Ia terkena lemparan kerikil pada motor dan visor helmnya ketika berkendara di belakang Franco Morbidelli.
“Padahal saya hanya di belakang Franco, jadi bayangkan saja berada di belakang 4-5 rider selama berlap-lap. Jujur saja, usai satu lap, leher saya kesakitan,” ucap rider asal Perancis itu.
“Saya tahu, jika berada di belakang seseorang selama 10 lap, leher Anda bakal ketinggalan di trek. Terutama dari Tikungan 1 ke Tikungan 7, aspalnya terkelupas. Saya rasa untuk balapan nanti mereka harus mengaspal ulang Tikungan 1. Sungguh bencana di sana. Dalam tiga hari permukaannya terus menurun,” imbuhnya.
Pembalap lain yang mengeluhkan adalah Marco Bezzecchi. Ia mengaku, visor pada salah satu helmnya retak, sementara Pecco Bagnaia mengalami memar pada lengan kirinya. Alex Marquez juga mengaku terkena kerikil di leher ketika berkendara membersihkan trek.
Dalam uji coba ini, Pol Espargaro (Repsol Honda) menjadi rider tercepat pada hari pertama dan ketiga, serta menjadi pembalap yang berkuasa dalam daftar kombinasi catatan waktu. Luca Marini (Mooney VR46 Racing Team) jadi rider tercepat pada hari kedua. Mereka akan kembali turun lintasan dalam Seri Qatar pada 4-6 Maret mendatang. (*)
Artikel ini telah tayang di bola.net dengan judul “Aspal Mandalika Disebut MotoGP Mudah Terkelupas, Akankah Diaspal Ulang?”
Redaksi palevioletred-jellyfish-458835.hostingersite.com