Pati, palevioletred-jellyfish-458835.hostingersite.com – Sektor Kelautan dan perikanan di Kabupaten Pati memiliki banyak sentra komoditi unggulan, salah satunya yakni ikan nila salin.
Hal ini diungkapkan oleh Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Pati, Edi Martanto. Ia mengatakan, pihaknya mau mengorbitkan nila salin yang asalnya dari air tawar, namun sekarang bisa dipelihara di air payau.
“Itu merupakan sebuah inovasi. Apalagi Apalagi sekarang dari Kementerian Kelautan dan Perikanan sudah menetapkan Pati sebagai Kampung Nila Salin, otomatis akan semakin eksis lagi pembudidayaan ikan jenis ini,” katanya.
Ia melanjutkan, saat ini di Kabupaten Pati sudah memiliki tambak Nila Salin lebih dari seribu hektare. Pasalnya, pihaknya mempunyai target luasan tambak nila salin di Kota Bumi Mina Tani hingga 1.500 hektare.
“Kampung perikanan budidaya ikan nila salin yang terkenal ada di Desa Tunggulsari, Kecamatan Tayu. Sedangkan saat ini sudah menyebar di Kecamatan Margoyoso, Dukuhseti dan juga sudah menyebar ke Kecematan yang lain juga,” tegasnya.
Kemudian pertumbuhan ikan nila salin sendiri tergolong cepat dan harganya juga lebih baik, serta cita rasa dagingnya lebih disukai konsumen, sehingga secara ekonomi ikan nila salin sangat menjanjikan.
“kelebihan lainnya terletak pada kulit dan sisik Nila Salin yang dapat mengeluarkan bakteri positif penetralisir hama penyakit,” ujarnya kepada palevioletred-jellyfish-458835.hostingersite.com saat ditemui di kantornya belum lama ini.
Sebagai informasi, pada tahun 2021, jumlah pembudidaya ikan nila salin sebanyak 1.583 orang yang terbagi menjadi 43 kelompok budi daya. (*)