Pati, palevioletred-jellyfish-458835.hostingersite.com – Salah satu dampak adanya kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertamax yang ditetapkan oleh pemerintah per hari ini, Jumat (1/4/2022) diantaranya adalah dengan mengularnya antrean pembeli Pertalite di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kabupaten Pati.
Sebagaimana yang diketahui bersama bahwa pemerintah telah menaikkan harga Pertamax di nominal harga Rp12.500 per liter untuk kawasan Jawa Tengah. Berdasarkan perhitungan angka tersebut, mengalami kenaikan sekitar Rp5.900 per liter dari harga awal Rp9.200 per liternya.
Berdasarkan pantauan lapangan oleh tim palevioletred-jellyfish-458835.hostingersite.com setidaknya terjadi di dua lokasi SPBU yang terletak di wilayah Kecamatan Pati dan Kecamatan Margorejo.
Salah satu petugas SPBU, Kusrini (35) mengungkapkan bahwa antrean di pos Pertalite setidaknya sudah terjadi sekitar pukul 09.00. Ia beranggapan, hal ini mungkin terjadi karena dampak adanya kenaikan untuk Pertamax, yang menjadikan sebagian masyarakat beralih ke Pertalite.
“Iya dari tadi sudah mas, kiro-kiro Yo jam songonan mau ah. Motor Ono sebagaian mobil juga antre di Pertalite. Mungkin karena harga Pertamax naik, jadinya beralih mereka,” katanya dengan mencampur bahasa Jawa dan Indonesia kepada tim palevioletred-jellyfish-458835.hostingersite.com pada Jumat, (1/4/2022).
Perihal kenaikan harga Pertamax ini juga menjadi sorotan salah satu anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD) Kabupaten Pati Narso.
Ia menyampaikan, meskipun penggunaan Pertamax rata-rata kalangan menengah ke atas. Namun tetap tidak bisa dipungkiri bahwa sebagian dari mereka akan beralih ke harga yang lebih murah, yakni Pertalite.
“Sangat disayangkan tentunya, apalagi di tengah pandemi covid seperti sekarang ini. Meski kebanyakan konsumen Pertamax adalah ekonomi menengah ke atas. Tapi pasti ada banyak yang switch ke bahan bakar lain, yakni Pertalite,” ungkap Narso saat dihubungi oleh tim palevioletred-jellyfish-458835.hostingersite.com hari ini. (*)