Sejarah Munculnya Haji dan Kurban, Menilik Kisah Nabi Ismail

palevioletred-jellyfish-458835.hostingersite.com Sejarah munculnya haji dan kurban ini berawal dari kisah Nabi Ismail AS. Perlu diketahui bahwa Nabi Ismail merupakan putra Nabi Ibrahim AS.

Ia dinaikan jadi seseorang nabi serta rasul ke- 8 oleh Allah SWT. Cerita Nabi Ismail AS ialah asal mula dari ibadah haji serta kurban.

Ismail merupakan anak Ibrahim dengan istrinya Siti Hajar. Dikala Ismail lahir, atas perintah Allah, Ibrahim bawa anaknya bersama siti hajar keluar dari Palestina.

Mereka melewati padang pasir nan gersang mengarah lembah berbukit yang diketahui selaku Lembah Bakkah. Lembah itu saat ini ialah kota suci, Mekkah.

Amati pula: Cerita Nabi Saleh AS serta Mukjizat Seekor Unta Betina

Di lembah itu, Ibrahim membuat tempat berteduh dengan santapan serta minuman seadanya. Ibrahim kemudian kembali ke Palestina sembari terus berdoa buat keselamatan Siti Hajar serta Ismail.

Sehabis berhari- hari di padang pasir, Siti Hajar kehilangan santapan serta minuman untuknya dan Ismail. Ismail kecil menangis kehausan mau menyusu.

Siti Hajar kemudian berlari ke situ ke ayo mencari air buat putranya. Ia berlari di antara 2 bukit, Shafa serta Marwah. Cerita ini jadi asal mula rukun ibadah haji yang diketahui dengan Sai ataupun berlari- lari kecil sebanyak 7 kali antara bukit Shafa serta Marwah.

Baca Juga :   Nusantara, Pemilihan Nama Ibu Kota Negara Dianggap Tidak Jawa-sentris

Dikala Siti Hajar keletihan, ia mendengar suara yang memanggilnya buat bawa Ismail ke tempat tersebut. Setibanya di tempat itu, Siti Hajar meletakkan Ismail yang setelah itu menghentakkan kakinya. Dari hentakan kaki itu, timbul air jernih yang saat ini diketahui selaku sumur Zamzam.

Siti Hajar meminumkan air itu kepada Ismail. Sumber air itu membuat Suku Jumhur berbondong- bondong menghadiri posisi tersebut. Dalam sebagian tahun, Lembah Bakkah tumbuh jadi tempat yang ramai penduduk.

Ismail dibesarkan oleh ibunya Siti hajar di Mekkah. Nabi Ibrahim yang tinggal di Palestina teratur berkunjung ke Mekkah. Sampai Ismail tiba umur anak muda, Nabi Ibrahim mengantarkan kalau dia hadapi mimpi kurang baik.

Nabi Ibrahim berkata kalau Allah memerintahkannya buat menyembelih Ismail. Ibrahim kemudian memohon komentar Ismail.

” Hai anakku, sebetulnya saya memandang dalam mimpi kalau saya menyembelihmu. Hingga pikirkanlah apa pendapatmu!” kata Ibrahim. Lalu, dengan gagah berani, Ismail memohon Bapaknya buat melaksanakan perintah Allah itu.

Ilustrasi. Cerita Nabi Ismail AS jadi dini mula dari ibadah kurban di hari raya Iduladha.( CNN Indonesia/ Daniela)

” Hai bapakku, kerjakan lah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah kalian hendak mendapatiku tercantum orang- orang yang tabah,” kata Ismail. Obrolan ini ada dalam Alquran pesan As- Saffat ayat 102.

Baca Juga :   Duel Maut, Mayat Bersimbah Darah Tergeletak di Pinggir Jalan Sumsel

Dengan enuh ketaatan, Ibrahim melakukan perintah Allah. Ismail memohon bapaknya buat mengikatnya dengan tali serta menajamkan pisau supaya tidak meronta serta kesakitan dikala disembelih. Ismail pula memohon supaya pakaiannya diberikan kepada Siti Hajar selaku kenang- kenangan.

Saat sebelum penyembelihan, Ismail serta Ibrahim berpelukan penuh haru.

Ibrahim juga mengawali proses penyembelihan dengan menyebut nama Allah. Tetapi, pisau tajam yang digunakannya nyatanya tidak dapat menyembelih Ismail.

Ismail juga memohon bapaknya buat menyembelihnya tanpa memandang mukanya. Tetapi, senantiasa saja pisau Ibrahim tidak dapat menyembelih si anak.

Dikala itu, Allah berfirman kalau perintahnya ialah tes keimanan buat Ibrahim serta Ismail. Allah kemudian mengirimkan seekor kambing buat disembelih, pengganti Nabi Ismail.

” Serta Kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar,” bunyi terjemahan pesan Ash- Shaffat ayat 107.

Amati pula: Cerita Nabi Nuh serta Umat yang Tenggelam sebab Banjir Besar

Kejadian penyembelihan ini ialah asal mula ibadah kurban yang disunahkan ataupun sangat disarankan untuk orang yang sanggup di hari raya Iduladha.

Dikala Ismail beranjak berusia, dia bersama bapaknya kembali menemukan perintah dari Allah buat membangun Kabah di dekat sumur Zamzam. Ismail serta Ibrahim membangun Kabah dengan penuh doa.

Allah kemudian mengarahkan Nabi Ibrahim serta Ismail beribadah di Baitullah, yang setelah itu jadi asal mula ibadah haji yang terus dijalankan dari Umat Nabi Ibrahim sampai Nabi Muhammad SAW.

Baca Juga :   Anjuran Penggunaan Masker di Tengah Penerapan PPKM Darurat

Keteladanan berbakti kepada orang tua jadi hikmah berarti yang bisa dipelajari dari cerita Nabi Ismail AS.” Nabi Ismail merupakan anak yang sangat berbakti pada orang tuanya. Bila mau mencari figur keteladanan, amati lah Nabi Ismail,” kata penjaga Halaman Belajar Al- Afifiyah KH Wahyul Afif Al- Ghafiqi, kepada CNNIndonesia. com, sebagian waktu kemudian.

Amati pula: Cerita Nabi Idris AS, Kreatif serta Aktif Berdakwah

Wahyul menyebut, Nabi Ismail tidak menghakimi ataupun mempertanyakan perintah Allah yang diberikan kepada orang tuanya. Ismail meyakini kalau perintah Allah merupakan baik untuknya.

Ismail senantiasa berbaik sangka kepada Allah. Ia yakin kalau Allah tidak menghendaki keburukan buat hamba- Nya.

Atas cerita Nabi Ismail serta ketaatannya ini lah, butuh dikenal kalau ketaatan pada Allah SWT hendak dibalas dengan perihal yang baik.” Ketaatannya dibalas oleh Allah dengan diselamatkan, tidak jadi dikurbankan,” ucap Wahyul

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari palevioletred-jellyfish-458835.hostingersite.com  di Google News. silahkan Klik Tautan dan jangan lupa tekan tombol "Mengikuti"

Jangan lupa kunjungi media sosial kami

Video Viral

Kamarkos
Pojoke Pati