palevioletred-jellyfish-458835.hostingersite.com – Aksi demo pada Senin (11/4/2022) kemarin menyimpan cerita kelam bagi dunia demokrasi kita. Pasalnya, terjadi kericuhan yang terjadi saat sekelompok massa melakukan unjuk rasa di depan Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI).
Kericuhan itu terjadi saat salah seorang dosen dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Indonesia (UI), Ade Armando terjun ke tengah-tengah massa aksi yang tensinya sedang memuncak. Kemudian, Ade Armando dipukul, dikeroyok, bahkan hampir ditelanjangi oleh massa yang ada di sekitarnya.
Akibat kejadian itu, Ade Armando kini dalam perawatan intensif pihak Rumah Sakit (RS) Siloam, Jakarta. Kondisinya saat ini dilaporkan cukup memprihatinkan.
Saat dikonfirmasi ke Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Fadil Imran, Ade mengalami luka parah di bagian kepala.
“Kondisi (Ade Armando) cukup memprihatinkan mendapatkan luka di kepala,” ujar Fadil di Kompleks Gedung DPR RI, Senin (11/4/2022).
Publik banyak yang penasaran, siapakah Ade Armando?
Perlu diketahui, pria kelahiran Jakarta, 24 September 1961 tersebut berstatus sebagai dosen tetap Program Studi Ilmu Komunikasi FISIP UI.
Ade Armando sendiri enyelesaikan kuliah SI hingga S3 di Universitas Indonesia. Untuk gelar SI diraihnya pada tahun 1988, S2 pada tahun 1993, sedang gelar S3 nya pada tahun 2006 silam.
Selain berkecimpung di dunia akademisi, sejumlah posisi strategis pernah pula ia tempati, seperti anggota Komisi Penyiaran Indonesia (2004–2007), Ketua Program S-1 Ilmu Komunikasi FISIP UI (2001–2003), dan Direktur Pengembangan Program Pelatihan Jurnalistik Televisi Internews (2001–2002).
Ade Armando merupakan putra pasangan Mayor Jus Gani dan Juniar Gani. Sang ayah seorang diplomat pada masa pemerintahan Presiden Soekarno.
Anak bungsu dari tiga bersaudara tersebut diketahui pernah menamatkan pendidikan tingkat sekolah dasar (SD) di SD Banjarsari I Bandung pada tahun 1973.
Ia melanjutkan sekolah di SMA Negeri 2 Bogor pada 1980 dan melanjutkan kuliah untuk jenjang SI di UI.
Ade lulus sebagai sarjana komunikasi dan meraih gelar doktorandus pada 1988.
Setelah lulus, Ade Armando melanjutkan pendidikannya di Universitas Negeri Florida pada 1991. Di sana dirinya meraih gelar master of science dalam population studies. Kemudian pada 2006, Ade meraih gelar doktor dari UI.
Ade Armando juga tercatat pernah bergabung dengan majalah Prisma (1988–1989) sebagai wartawan dan Redaktur Penerbit Buku LP3ES (1991–1993).
Ia juga pernah menjadi bagian dari harian Republika sebagai redaktur pelaksana surat kabar Islam. Selanjutnya, Ade menjadi peneliti dan Manajer Riset Media Tylor Nelson Sofres pada 1998–1999.
Pada 2000-2002, ia bergabung dengan Marwah Daud Ibrahim menjadi Direktur Media Watch & Consumer Center.
Ade Armando juga menjadi Anggota Kelompok Kerja Tim Antar departemen RUU Penyiaran, Kementerian Negara Komunikasi dan Informasi pada 2001.
Dia pernah pula menjabat Ketua Program S-1 di Ilmu Komunikasi FISIP UI pada 2001-2003 dan Direktur Pengembangan Program Pelatihan JurnalistikTelevisi–Internews 2001 sampai 2002.
Bersama Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) sampai dengan tahun 2007 dan pernah menjadi anggota tim asistensi untuk Kementerian PemberdayaanPerempuan dalam penyiaran naskah Rancangan Undang-Undang Pornografi sampai 2008.
Pada 2008-2009 ia tercatat sebagai Pemimpin Redaksi Madina–Online.net. Kini dirinya menjabat sebagai Direktur Komunikasi, Saiful Mujani Research and Consulting. (*)
Artikel ini telah tayang di liputan6.com dengan judul “Mengenal Sosok Ade Armando, Dosen UI yang Dikeroyok di Demo 11 April.”
Redaksi palevioletred-jellyfish-458835.hostingersite.com