Pati, palevioletred-jellyfish-458835.hostingersite.com – Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (BAPPEDA) Provinsi Jawa Tengah menggandeng Anggota Komisi E Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Tengah, Endro Dwi Cahyono dalam agenda “Forum Diskusi Aktual: Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Luar Negeri” pada Rabu (13/4/2022).
Dalam acara yang berlangsung di Rumah Makan Sapto Renggo Baru Pati tersebut diikuti oleh relawan Endro Center (EDC) se-Kabupaten Pati dan beberapa tokoh masyarakat dari berbagai desa di Bumi Mina Tani.
Dalam kesempatan tersebut, ia yang bertindak sebagai narasumber mengungkapkan bahwa kondisi saat ini Kabupaten Pati menjadi kabupaten terbesar kelima se-Jawa Tengah dalam hal pengiriman tenaga kerja ke luar negeri.
“Kalau berdasarkan data yang tadi disampaikan oleh BAPPEDA, Pati itu di peringkat kelima lho sebagai pengirim PMI (Pekerja Migran Indonesia),” ungkapnya saat menyampaikan materi.
Endro yang juga merupakan Ketua Asosiasi Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia (APJATI) Jawa Tengah juga menyebutkan beberapa faktor-faktor yang menyebabkan banyaknya warga Kabupaten Pati lebih suka untuk kerja di luar negeri, di antaranya faktor pendidikan.
Menurutnya, jenjang pendidikan para PMI rata-rata lulusan SD dan SMP. Sedangkan beberapa perusahaan dan instansi yang ada minimal hanya membuka pekerjaan bagi lulusan SMA dan perguruan tinggi.
“Faktor pendidikan menjadi salah satu penyebab mengapa para warga ini lebih suka kerja di luar negeri. Selama ini lowongan pekerjaan yang tersedia di Indonesia hanya bagi lulusan SMA atau di atasnya. Nah mereka yang berangkat ke luar negeri lulusan SD, paling mentok SMP,” tambah Endro.
Dalam agenda tersebut juga dihadiri langsung oleh Anggota Komisi E DPRD Provinsi Jawa Tengah Fraksi Partai Golongan Karya (Golkar), Mawahib dan Sekretaris APJATI Jawa Tengah, Khikmah.
Dalam penyampaian materi, Endro juga siap untuk diajak diskusi perihal seputar permasalahan PMI di Kabupaten Pati.
Selain itu, pihaknya juga mengaku siap untuk mengakomodir pembukaan usaha-usaha bagi para pemuda.
Ia berharap agar nantinya masyarakat tidak cenderung mengandalkan merantau ke luar negeri tapi lebih mau usaha di wilayah masing-masing.
“Nah, bagi para pengusaha-pengusaha muda, kami siap mendukung untuk itu. Saya siap diajak diskusi terkait permasalahan usaha ataupun konteksnya perihal tenaga kerja luar negeri,” pungkasnya. (*)