palevioletred-jellyfish-458835.hostingersite.com – Sebagai upaya untuk mencegah terjadinya lonjakan kasus Covid-19 saat libur lebaran, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menginstruksikan penerapan protokol Kesehatan (prokes) di semua objek wisata.
Pernyataan tersebut disampaikan Kapolri saat meninjau langsung kesiapan penerapan protokol kesehatan libur Lebaran di objek wisata Garuda Wisnu Kencana (GWK) Cultural Park, Bali, Kamis (5/5/2022).
“Saya selalu mengingatkan, agar masyarakat tetap menjaga dan melaksanakan protokol kesehatan, utamanya memakai masker. Demikian juga seluruh lokasi-lokasi wisata yang menjadi kunjungan masyarakat,” ungkap Sigit usai melakukan pengecekan di GWK Bali.
Ia juga mengimbau kepada para pengelola tempat wisata untuk disiplin menerapkan prokes, mulai dari memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan.
“Tolong juga disiapkan, aturan terkait protokol kesehatan. Sehingga, antara pengunjung dan kemudian lokasi yang dikunjungi sama-sama saling mengingatkan bahwa prokes tetap harus kita laksanakan sampai dengan saat ini,” ujar eks Kapolda Banten tersebut.
Upaya penerapan prokes ini dilakukan sebagai langkah antisipasi penyebaran laju Covid-19, yang biasanya mengalami lonjakan usai perayaan hari besar, salah satunya adalah pada saat libur lebaran.
“Karena memang harus diantisipasi pasca Idul Fitri nanti, harapan kita laju Covid-19 bisa kita kendalikan. Oleh karena itu, kunjungan wisata tentunya akan terus berlangsung sampai dengan hari minggu, kurang lebih ini akan terus meningkat. Tadi disampaikan bahwa saat ini kunjungan di GWK juga sudah seperti saat situasi normal bahkan ada peningkatan,” ucap Sigit.
Dengan penerapan prokes di semua objek wisata, diharapkan dapat menekan dan mencegah penyebaran virus Corona, terutama di lokasi wisata yang ramai dikunjungi para wisatawan.
“Tentunya di wilayah-wilayah lain kita juga memperkirakan terjadi hal yang sama. Karena itu kami tidak bosan untuk mengingatkan terkait masalah prokes yang harus selalu kita jaga. Sehingga laju Covid-19, setelah ini tetap bisa kita kendalikan,” jelasnya.
Khusus di wilayah Bali, Sigit mendapatkan laporan bahwa sekitar 435.308 orang baik melalui transportasi udara maupun laut, telah memasuki Pulau Dewata ketika memasuki musim libur Lebaran 2022.
Hal tersebut, dikatakan Sigit, di satu sisi dapat mendorong pertumbuhan perekonomian dan pariwisata di Bali. Namun, hal tersebut juga harus dibarengi dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat terhadap seluruh wisatawan lokal maupun mancanegara.
“Sehingga tentunya potensi ini disatu sisi, pasti meningkatkan perekonomian di wilayah Bali. Namun disisi lain, tentunya ada hal-hal yang harus kita jaga. Khususnya terkait masalah protokol kesehatan,” tutur Sigit.
Sigit juga mengatakan bahwa berdasar pada hasil tinjauan yang telah dilakukan oleh pihaknya di GWK Bali, pengelola wisata telah menyiapkan strategi dan juga aturan dalam penerapan prokes bagi para pengunjung.
“Tadi kita ikuti satu per satu mulai dari bagaimana pembelian tiket dilaksanakan, kita lihat bahwa di setiap corner-corner tertentu telah disiapkan aplikasi PeduliLindungi dan juga masker yang bisa dibagikan secara gratis. Tadi kita cek satu per satu, sampai dengan salah satu titik yang banyak dikunjungi masyarakat yakni monumen Garuda Wisnu Kencana. Didalamnya juga sama, seluruh prokes tetap dilaksanakan dengan baik,” tutup Sigit. (*)