Boyolali, palevioletred-jellyfish-458835.hostingersite.com – Sebagai langkah persiapan ibadah haji, Jemaah calon haji (calhaj) asal Boyolali mengikuti pembekalan yang diadakan oleh Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Boyolali.
Pembekalan diberikan sebelum para Jemaah calhaj masuk asrama dan diberangkatkan ke tanah suci untuk melaksanakan ibadah haji.
Berdasarkan keterangan dari Kepala Kantor Kemenag Boyolali, Hanif Hanani mengatakan, pada tahun ini, pihaknya akan memberangkatkan 317 jamaah calhaj asal Kota Susu.
“Jumlah sekitar 317 jamaah dan satu orang pembimbing,” katanya saat memberikan sambutan pada acara Pembimbingan Jemaah Haji Regular Tingkat Kabupaten yang digelar di Gedung IPHI Kabupaten Boyolali pada Senin (23/5/2022).
Berdasarkan data dari kantor wilayah Kemenag Provinsi Jateng, para Jemaah calon haji Boyolali akan masuk dalam kloter 34 dan 35.
Di samping itu, Hanif juga menambahkan bahwa kegiatan pembekalan bagi jamaah calhaj dilakukan sebagai wujud komitmen dan kepedulian Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Boyolali dalam mempersiapkan jamaah agar dapat memahami dan mengetahui pelaksanaan ibadah haji secara baik dan benar.
Kegiatan pembekalan ini akan dilakukan selama dua hari yakni Senin-Selasa (23/24/2022) untuk tingkat kabupaten dan dilanjutkan untuk tingkat kecamatan sebanyak empat kali yang akan terbagi di empat titik kecamatan pada Rabu-Sabtu 25-28 Mei 2022.
Bupati Boyolali, M. Said Hidayat yang berkesempatan hadir mengungkapkan rasa syukurnya para jamaah calhaj asal Kabupaten Boyolali dapat berangkat ke Tanah Suci.
“Tentunya dengan keberangkatan 317 jamaah ini apapun itu berapa jumlahnya kita harus bersyukur secara keseluruhan karena artinya ibadah haji sudah dapat mulai dilaksanakan untuk tahun ini. Semoga ini semua dapat memberikan satu berkah dan doa bersama atas seluruh jamaah calon haji,” ungkap Bupati Said.
Salah satu jamaah calhaj yang akan berangkat, Maryono juga mengaku senang setelah menunggu selama 11 tahun untuk bisa berangkat ke Tanah Suci.
“Kami bersyukur, Alhamdulillah tahun ini bisa diberangkatkan,” kata warga asal Desa Banyuanyar, Kecamatan Ampel ini singkat.
Sebagai tambahan informasi, dengan adanya pembatasan usia maksimal 65 tahun bagi jamaah haji oleh Pemerintah Arab Saudi, terdapat 249 jamaah yang tidak dapat berangkat karena usia. Selain itu, terdapat juga enam jamaah yang mengundurkan diri karena belum melakukan pelunasan untuk berangkat haji pada tahun ini. (*)
Redaksi palevioletred-jellyfish-458835.hostingersite.com