PPKM Level 1, Pemkot Bandung Kaji Kapasitas Penonton Piala Presiden

Bandung, palevioletred-jellyfish-458835.hostingersite.com – Kota Bandung kini berada dalam masa pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 1.

Dengan adanya penurunan level ini, pemerintah kota (pemkot) Bandung tengah mengkaji kapasitas penonton yang nantinya akan mengisi stadion ketika Piala Presiden berlangsung.

Hal ini disampaikan Wali Kota Bandung, Yana Mulyana selepas rapat di Pendopo Kota Bandung, Selasa (7/6/2022).

Meski kini sudah turun menjadi PPKM level 1, Yana terus mengimbau masyarakat untuk tidak larut dalam euforia, serta mematuhi protokol kesehatan.

“Alhamdulillah saat ini Kota Bandung sudah masuk PPKM level 1. Jangan euforia, tetap patuhi protokol kesehatan, minimal menggunakan masker,” imbau Yana.

Kemudian, pada PPKM level 1 ini, terdapat sejumlah relaksasi. Salah satunya adalah terkait dengan kompetisi olahraga di wilayah level 1, diperbolehkan untuk menampung penonton di stadion hingga 100 persen.

Mengingat dalam waktu dekat Kota Bandung akan menjadi tuan rumah pramusim Piala Presiden, Yana menyampaikan, jika Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) siap untuk digunakan pada seluruh pertandingan Persib.

Akan tetapi, saat ini pihaknya masih mengkaji kapasitas penonton yang nantinya akan mengisi stadion ketika gelaran olahraga tersebut berlangsung.

“Namun, untuk penontonnya sendiri akan kami kaji dulu bersama pihak Kepolisian dan panitia pelaksana, apakah akan dicoba 50 persen atau 75 persen. Pada PPKM level 1 memang diberikan relaksasi 100 persen, tapi tetap harus kita kaji dulu,” ungkapnya.

Pada Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 29 tahun 2022 dijelaskan, untuk seluruh penonton yang hadir langsung di stadiun wajib sudah divaksinasi booster atau vaksinasi lengkap.

Selain itu, seluruh pemain, ofisial, kru media, dan staf pendukung yang hadir dalam kompetisi wajib sudah memperoleh vaksinasi dosis kedua.

Pelaksanaan kompetisi pun wajib mengikuti aturan protokol kesehatan yang ditentukan oleh Kementerian Kesehatan.

“Semuanya juga akan kami kaji dulu, termasuk Alun-alun Kota Bandung, cafe, dan bioskop apakah sudah siap jika kita relaksasi 100 persen. Semua tetap harus berwaspada,” pungkasnya. (*)