palevioletred-jellyfish-458835.hostingersite.com – Kasus tertembaknya balita putra dari ulama Ciputat Buya Arrazy Hasyim oleh senjata api anggota Polri Tuban tidak diselidiki sebagai kasus pidana, dengan alasan kedua orang tua telah ikhlas dan menganggap kejadian tersebut adalah musibah.
Sebelumnya, diberitakan jika balita anak Buya Arrazy yang berusia lima tahun tersebut tak sengaja tertembak senjata api di Desa Palang, Kecamatan Palang, Tuban yang merupakan rumah mertua Buya Arrazy.
“Kami sudah melakukan pemeriksaan dan kedua orang tua tidak menuntut atas kejadian itu. Orang tua mengikhlaskan dan menganggap bahwa peristiwa itu adalah musibah,” ucap AKP M Gananta selaku Kasat Reskrim Polres Tuban, Rabu (22/6) dilansir dari Detik.
Gananta menjelaskan jika sebelum peristiwa terjadi, senjata api dari petugas yang disebut-sebut sebagai pengawal Buya Arrazy Hasyim, dikatakan sudah terkunci maksimal sebelum akhirnya diletakkan di rumah saat pemiliknya salat Jumat.
Namun, senjata tersebut mampu dijangkau kakak balita tersebut yang berusia lima tahun.
“Senpi itu sudah di-lock maksimal, sudah safety. Tapi namanya anak kecil rasa ingin tahunya besar,” jelasnya.
“Jadi musibah itu terjadi saat petugas itu salat. Kejadiannya di rumah. Rumahnya itu pas mepet masjid. Petugas itu sudah meletakkan senpi di tempat yang aman,” lanjutnya.
Gananta mengatakan bahwa pihaknya tidak bisa memproses hukum atas peristiwa tersebut. Hal itu dikarenakan, menurutnya, hal itu gugur ketika pihak keluarga telah mengikhlaskan korban yang meninggal sebagai musibah dan tidak melakukan penuntutan.
“Pidana umum gugur karena pihak korban tidak menuntut kejadian tersebut,” tegas Gananta.
Sedangkan dilain sisi, pihak keluarga sendiri belum memberikan pernyataan apapun terkait peristiwa ini. Kabar bahwa pihak keluarga mengikhlaskan kejadian juga belum dilakukan langsung oleh pihak yang bersangkutan.
Pada laman lembaga Ribath Nouraniyah Ciputat, yang merupakan lembaga tasawuf pimpinan Buya Arrazy, memohon doa dan keikhlasan.
“Kita cukupkan dengan mendoakan, baik untuk almarhum maupun untuk keluarga yang ditinggalkan. Semoga bagi almarhum diterima disisi Allah dan untuk keluarga yang ditinggalkan mendapatkan ketabahan serta kekuatan dan keikhlasan menghadapi cobaan tersebut,” bunyi tulisan pernyataan lembaga Ribath Nouraniyah.
Proses pemakaman putra kedua Buya Arrazy inipun kemudian dihadiri banyak orang warga di rumah mertua Abuya Arrazy di Desa Palang, Kecamatan Palang, Kabupaten Tuba.
Sebagai informasi, Buya Arrazy Hasyim merupakan seorang ulama, mubaligh, sekaligus pengasuh lembaga tasawuf Ribath Nouraniyah Hasyimiyah Ciputat, Tangerang Selatan, Banten. Ia juga menjabat sebagai Dosen Pascasarjana di Institut Ilmu Al-Qur’an (IIQ) Jakarta serta pengajar hadis dan akidah di Darus-Sunnah Ciputat. (*)
Redaksi palevioletred-jellyfish-458835.hostingersite.com