Jakarta, palevioletred-jellyfish-458835.hostingersite.com – Kegunaan Nomor Induk Berusaha (NIB) cukup penting bagi berlangsungnya izin usaha, khususnya para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Adanya NIB mempermudah pelaku UMKM mendapat bantuan usaha mikro dari pemerintah. Di samping itu, adanya NIB bermanfaat untuk pelaku UMKM dalam hal mengurusi program Kredit Usaha Rakyat (KUR).
Presiden Joko Widodo (Jokowi) pun menegaskan bahwa UMKM berkontribusi penting terhadap perekonomian dan penyerapan tenaga kerja Indonesia.
“Ajak mereka semuanya pegang NIB, biar kalau mau ambil kredit di bank mudah. Kalau nanti ada bantuan untuk usaha-usaha mikro dari pemerintah juga mudah, kita membuka sudah semuanya ketemu. Karena ada pegang semuanya pegang NIB. Kalau enggak ada ini, kita mencari ke lapangan itu juga akan sangat sulit, pemerintah kalau ingin membantu,” ujarnya.dalam Pemberian NIB Pelaku Usaha Mikro Kecil (UMK) Perseorangan Tahun 2022 di Gedung Olahraga Nanggala Kopassus, Jakarta, Rabu (13/7/2022).
Adanya terobosan ini semakin memperkuat komitmen pemerintah dalam memberdayakan UMKM di tanah air. Ia menyebut ada 65,4 juta UMKM tersebar di Indonesia.
“Ini adalah kunci pertama kita dalam berusaha, izin harus. Karena kita memiliki 65,4 juta UMKM, sekali lagi, 65,4 juta UMKM, ini data per 2021 dan kontribusi terhadap perekonomian kita, PDB kita, sangat besar sekali, 61 persen. Oleh sebab itu, pemerintah kalau enggak ngurus UMKM, keliru, salah besar. Karena kontribusi terhadap ekonomi nasional 61 persen dan penyerapan tenaga kerja 97 persen itu di UMKM, bukan yang bukan di yang gede-gede. Ini perlu dicatat,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Presiden mendorong para pelaku UMKM untuk segera meningkatkan kualitas produk yang dijual, mulai dari kemasan, desain, dan material yang digunakan agar dapat segera masuk ke pasar ekspor.
Presiden mengaku senang karena saat ini banyak terdapat produk UMKM yang menuju pada kualitas yang lebih baik.
“Ini semuanya harus diteruskan agar level kita meningkat ke level yang lebih tinggi dan akhirnya nanti produk-produk seperti itu akan mudah sekali untuk masuk ke pasar ekspor. Hati-hati, sekarang batas antarnegara itu sudah tidak ada, ekspor ke semua negara sangat mudah sekali,” ucapnya.
Turut mendampingi Presiden dalam kegiatan tersebut antara lain Sekretaris Kabinet (Seskab) Pramono Anung, Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia, Menteri Koperasi dan UKM (Menkop-UKM) Teten Masduki, Menteri BUMN Erick Thohir, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko, dan Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Arsjad Rasjid. (*)
Redaksi palevioletred-jellyfish-458835.hostingersite.com