Pati, palevioletred-jellyfish-458835.hostingersite.com – Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Pati mengharapkan kejujuran dan keterbukaan masyarakat terhadap kondisi sosial dan perekonomian keluarga dalam agenda sensus Registrasi Sosial Ekonomi (REGSOSEK) tahun 2022.
Melalui Kepala BPS Kabupaten Pati, Anang Sarwoto mengungkapkan bahwa hal tersebut penting untuk dilakukan karena berkaitan perbaikan data di suatu wilayah.
“Berkaitan dengan Pendataan awal ini maka perlu kami tekankan bahwa perlu adanya keterbukaan dan harapannya masyarakat yang didatangi petugas ini juga mau terbuka terhadap kondisi sosialnya saat ini,” katanya saat menyampaikan sambutan dalam agenda media gathering dan sosialisasi di Hotel New Merdeka pada Selasa, (18/10/2022).
Diketahui bahwasanya pendataan lapangan REGSOSEK sudah dilakukan oleh petugas sensus sejak pada 15 Oktober 2022 yang lalu. Menurut informasi bahwa kendaraan tersebut akan berakhir pada 14 November 2022 mendatang.
Lebih lanjut, Anang menjelaskan bahwa dalam melakukan pendataan, nantinya masyarakat akan ditanya banyak seputar dengan kondisi perekonomian keluarga.
Dimana diantaranya seperti kondisi rumah, penghasilan, status pekerjaan, status kepemilikan aset dan lain sebagainya.
“Petugas-petugas nantinya akan masuk di masing-masing rumah, mereka akan menanyakan semua hal berkaitan dengan kondisi Sosial. Jadi ini juga perlu dijawab jujur oleh keluarga tersebut, jangan takut kalau tidak mendapatkan bantuan, ataupun lainnya,” jelasnya.
Sementara itu, dalam upaya untuk mensukseskan program satu data Kondisi Sosial Ekonomi Indonesia tersebut, pihaknya juga telah menggandeng pemerintah desa bersama dengan Babinsa dan Babinkamtibmas dalam pendataan tersebut.
Para petugas dalam mendatangi suatu desa akan dibantu oleh Ketua RT yang ditugaskan untuk menunjukkan lokasi warga. Kemudian demi memberikan rasa aman terhadap petugas, juga akan didampingi oleh Babinsa ataupun Bhabinkamtibmas desa setempat.
“Untuk para petugas juga tidak perlu khawatir, kita telah libatkan dan berkoordinasi dengan dengan Camat dan Seluruh Kepala desa agar juga mendorong warganya dalam program ini. Mulai dari Ketua RT nanti yang akan membantu di wilayah sebagai penunjuk jalan nanti,” pungkas Anang. (*)