Rembang, palevioletred-jellyfish-458835.hostingersite.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rembang melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) launching beberapa inovasi kesehatan di Rembang.
Launching yang pertama yakni Temokno Laporno Openi (Telponi) dan kedua Kabeh Marem STBM dan terakhir Forum Kesehatan Desa (FKD) melalui Rumah Desa Sehat (RDS) dilaksanakan saat peringatan Hari Kesehatan Nasional ke-58 di halaman kantor Dinkes, Minggu (20/11/2022).
Bupati Rembang Abdul Hafidz dan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Rembang Ali Syafi’i berkesempatan melaunching inovasi tersebut.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Rembang, Ali Syofi’i menyampaikan untuk mengatasi berbagai permasalahan kesehatan yang ada di Rembang,
Dengan demikian, pihaknya telah merilis beberapa inovasi kesehatan untuk mengatasi masalah kesehatan di Rembang. Seperti kematian bayi, gizi buruk, dan stunting.
“Kami melaunching beberapa inovasi kesehatan untuk mengatasi masalah kesehatan di Rembang. Seperti kematian bayi yang masih lumayan, gizi buruk, stunting yang jadi prioritas pembangunan kesehatan nasional,” kata Ali.
Sementara inovasi kesehatan dari Telponi merupakan suatu sistem kesehatan yang disusun untuk mengatasi permasalahan kesehatan.
Kegiatan Telponi mendukung kegiatan proaktif seluruh komponen masyarakat, menemukan secara aktif dan melaporkan kepada tenaga kesehatan dan institusi kesehatan.
“Seluruh permasalahan kesehatan dengan cara Telponi. Ketika Telponi sudah jalan saya yakin tidak ada permasalahan kesehatan, andaikan ada itu akan segera diselesaikan dan diopeni dengan baik,” ungkap Ali.
Selanjutnya, inovasi kedua Kabeh Marem STBM artinya semua masyarakat Rembang melakukan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM).
Dalam STBM ada 5 pilar yaitu komunitas yang bebas dari buang air besar di sembarang tempat (ODF), menerapkan cuci tangan pakai sabun, menyajikan makan dan minum higienis dan sehat, pengolahan limbah cair dari rumah tangga, pengolahan sampah rumah tangga.
“5 pilar hendak kita capai kita Kabupaten Rembang bertekad untuk menjadikan partner ODF maka akan tercapai kabupaten yang STBM. 5 pilar harus kita laksanakan,” terang Ali.
Kemudian, inovasi ketiga Forum Kesehatan Desa (FKD) dalam rumah desa sehat (RDS). Kolaborasi ini merupakan upaya melaksanakan program-program kesehatan dengan terbatasnya tenaga kesehatan yang ada di desa. Sehingga pihaknya menggandeng seluruh komponen yang ada di desa.
“Di sisi lain kolaborasi tidak ada individualisme. Seluruh penyelesaian masalah yang ada di desa bisa diselesaikan FKD didalam RDS tersebut,” pungkasnya.
Dirinya juga menambahkan dalam mensukseskan semua program kesehatan itu, Maka membutuhkan sinergitas antar seluruh jajaran Pemerintah Kabupaten Rembang dan partisipasi masyarakat. (*)