palevioletred-jellyfish-458835.hostingersite.com – Sepanjang Januari hingga April 2023, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengungkapkan bahwa kasus terkait dengan penularan rabies sudah mencapai 31 ribu kasus. Dimana jumlah kematian sebanyak 11 orang.
Sedangkan pada tahun 2022, jumlah penularan rabies mencapai 104.229 kasus dengan 102 kematian. Tahun 2021 ada 57.257 kasus dengan 62 kematian, dan 2020 ada 82 ribu kasus dengan 40 kematian.
Anggota UKK Penyakit Infeksi Tropik IDAI Novie H. Rampengan menjelaskan jika penyebab kasus rabies adalah 95 persen disebabkan gigitan anjing.
“Dan penyebabnya 95 persen akibat gigitan anjing,” jelasnya dilansir dari CNN Indonesia.
Pemerintah juga sudah menetapkan status Kejadian Luar Biasa (KLB) bagi dua wilayah atas kasus penularan rabies ini diantaranya Kabupaten Sikka NTT dan Kabupaten Timor Tengah Selatan NTT.
“Dua wilayah sudah berstatus KLB,” jelasnya.
Sedangkan provinsi yang bebas rabies hanya sedikit diantaranya Jawa Tengah, Jawa Timur, Bangka Belitung, dan Papua.
“Daerah tersebut adalah Jawa Tengah, Jawa Timur, Bangka Belitung, dan Papua,” ujarnya.
Pemerintah sendiri sudah berupaya mengadakan vaksin untuk manusia terkait rabies sebanyak 241.700 vial.
Pihaknya pun mengimbau masyarakat agar tak meremehkan rabies dan menjaga anak-anak dengan baik. Sebab anak-anak menjadi golongan yang rentan.
“Anak-anak rentan korban rabies karena mereka umumnya dekat dengan binatang. Jadi saat main apalagi orang tua tidak mendampingi dan hewan itu ternyata terinfeksi rabies,” jelasnya. (*)
Redaksi palevioletred-jellyfish-458835.hostingersite.com