Berikut Cara Mengimani Kitab-kitab Allah SWT

palevioletred-jellyfish-458835.hostingersite.com – Seperti yang sudah diketahui, Allah SWT memberikan wahyu kitab pada nabi dan rasul-Nya. Mereka merupakan orang-orang pilihan yang diberikan amanah untuk membimbing umatnya agar beriman kepada Allah SWT.

Kitab yang diturunkan ini bertujuan sebagai pedoman hidup manusia agar mampu membedakan kebaikan dan keburukan, halal dan haram. Iman kepada kitab Allah merupakan salah satu rukun iman, dan itu mencakup 4 perkara.

Perkara tersebut mencakup rasa percaya bahwa kitab-kitab tersebut benar-benar diturunkan oleh Allah SWT. Selain itu, mempercayai Allah SWT menurunkan Al-Quran kepada Nabi Muhammad SAW, Taurat pada Nabi Musa AS, Injil pada Nabi Isa AS, dan Zabur pada Nabi Daud AS.

Iman kebada kitab Allah juga membenarkan berita-berita dalam Al-Quran dan berita-berita lain yang tidak diubah dari kitab-kitab terdahulu, serta tunduk dan mengamalkan hukum-hukum dalam kitab yang tidak dihapus maupun tidak diubah.

Kitab sebelum Al-Quran telah dihapus

Seluruh kitab-kitab terdahulu telah termansukhkan (terhapus) oleh Al Quran. Allah Ta’ala berfirman dalam surat Al-maidah ayat 48 yang berbunyi;

[…] وَأَنزَلْنَآإِلَيْكَ الْكِتَابَ بِالْحَقِّ مُصَدِّقًا لِّمَا بَيْنَ يَدَيْهِ مِنَ الْكِتَابِ وَمُهَيْمِنًا عَلَيْهِ

Wa anzalnā ilaikal-kitāba bil-ḥaqqi muṣaddiqal limā baina yadaihi minal-kitābi wa muhaiminan ‘alaihi […]

Artinya: “Dan Kami telah turunkan kepadamu Al Qur’an dengan membawa kebenaran, membenarkan apa yang sebelumnya, yaitu kitab-kitab (yang diturunkan sebelumnya) dan sebagai muhaimin terhadap kitab-kitab yang lain itu […]”

Menurut laman Muslim, ‘muhaimin’ dimaksudkan bahwa Al-Quran sebagai haakim (yang memutuskan benar atau tidaknya) apa yang terdapat dalam kitab-kitab terdahulu. Berdasarkan hal ini, maka tidak diboleh mengamalkan hukum apapun dari hukum-hukum kitab terdahulu, kecuali yang benar dan diakui oleh Al Quran, (Syarh Ushuulil Iman, hal 30-31).

Al-Quran menjadi kitab yang Allah jamin keasliannya sampai hari kiamat kelak. Hukum Islam akan merujuk Al-Quran, seperti firman Allah dalam surat An-Nisaa’ ayat 59 yang berbunyi sebagai berikut ini;

فَإِن تَنَٰزَعْتُمْ فِى شَىْءٍ فَرُدُّوهُ إِلَى ٱللَّهِ وَٱلرَّسُولِ إِن كُنتُمْ تُؤْمِنُونَ بِٱللَّهِ وَٱلْيَوْمِ ٱلْءَاخِرِ ۚ ذَٰلِكَ خَيْرٌ وَأَحْسَنُ تَأْوِيلًا […]

fa in tanāza’tum fī syai`in fa ruddụhu ilallāhi war-rasụli ing kuntum tu`minụna billāhi wal-yaumil-ākhir, żālika khairuw wa aḥsanu ta`wīlā

“…Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Qur’an) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya,” (QS. An Nisaa’: 59). (*)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari palevioletred-jellyfish-458835.hostingersite.com  di Google News. silahkan Klik Tautan dan jangan lupa tekan tombol "Mengikuti"

Jangan lupa kunjungi media sosial kami

Video Viral

Kamarkos
Pojoke Pati