palevioletred-jellyfish-458835.hostingersite.com – Debat calon presiden presiden digelar pada kemarin malam, (12/12) sekitar pukul 19.00 WIB. Terdapat hal yang menarik untuk dibahas salah satunya yaitu polusi udara Jakarta yang dibahas oleh Prabowo kepada Jokowi.
Semula Prabowo bertanya terkait dengan anggaran Pemprov DKI Jakarta senilai Rp80 miliar akan tetapi polusi Jakarta masih tertinggi di dunia.
“Bagaimana anggaran Rp 80 triliun, Pak Anies, sebagai gubernur tidak dapat berbuat sesuatu berarti untuk mengurangi polusi,” kata Prabowo dalam Debat Pertama Capres 2024 di KPU, Jakarta Pusat.
Anies lantas mengatakan penilaian Prabowo itu kurang akurat. Anies dalam menjawab, menjelaskan terlebih dahulu memberikan contoh soal masalah Covid-19.
“Pak Prabowo terima kasih atas pertanyaan yang bagus, tetapi kurang akurat, saya akan jelaskan pak. Ketika satu daerah mengatakan di tempat kami tidak ada COVID, di tempat kami COVID banyak, lalu yang tidak ada COVID kami tanya, ‘kenapa tidak ada COVID?’, kami tidak punya alat testing Pak, karena tidak punya alat testing maka tidak ada COVID. Yang punya alat testing, maka ada COVID.” Tutur dia.
Anies mengatakan polusi Jakarta tidak konsisten dan polusi selalu mengikuti arah angin.
“Jadi, apa yang terjadi? Di Jakarta kami memasang alat pemantau polusi udara. Bila masalah polusi udara itu bersumber dari dalam kota Jakarta maka hari ini, besok, minggu depan akan konsisten akan terus kotor, tapi apa yang terjadi? Ada hari di mana kita bersih, ada hari di mana kita kotor. Ada masa Minggu pagi Jagakarsa sangat kotor, apa yang terjadi? Polusi udara tak punya KTP, angin tak ada KTP-nya,” kata Anies menjawab Prabowo.
“Angin itu bergerak dari sana ke sini. Ketika polutan yang muncul dari pembangkit listrik tenaga uap mengalir ke Jakarta maka Jakarta punya indikator, karena itu Jakarta mengatakan ada polusi udara. Ketika anginnya bergerak ke arah Lampung, ke arah Sumatera, ke arah Laut Jawa, di sana tidak alat monitor maka tidak muncul, dan Jakarta pada saat itu bersih,” tambah dia.
Prabowo lantas mengatakan Anies tidak seharusnya menyalahkan angin. Ia juga kembali menegaskan terkait dengan penanganan polusi dengan anggarannya.
“Ya susah kalau kita menyalahkan angin dari mananya. Jadi saya bertanya, dengan anggaran segitu besar (Rp 58 triliun), langkah-langkah yang bisa dilakukan untuk dengan real dalam 5 tahun mengurangi polusi juga, di mana rakyat Jakarta itu banyak yang mengalami sakit pernapasan,” ujar Prabowo.
Prabowo juga mengatakan jika Anies menyalahkan angin makan pemerintahan tidak perlu menangani masalah.
“Jadi saya kira gampang menyalahkan angin, hujan dan sebagainya ya mungkin tidak perlu ada pemerintahan kalau begitu,” sambungnya.
Pernyataan Prabowo langsung dijawab oleh Anies, ia menyinggung perihal jawaban dengan data dan fiksi.
“Ini lah bedanya yang berbicara pakai data dan yang berbicara pakai fiksi. Ini pakai data. Jadi ketika tunjukan ya memang ada sumber polutan dari dalam kota, tapi kalau sumber polutan itu hanya dari dalam kota maka pakai logika sederhana sekali,” kata Anies menanggapi Prabowo perihal ‘menyalahkan angin’.
Jumlah sepeda motor dan mobil menurut Anies di Jakarta selalu sama. Namun, ada perbedaan satu waktu polusi di Jakarta tak muncul.
“Jumlah motor dari hari ke hari sama, jumlah mobil dari hari ke hari sama, maka harusnya angka polusinya sama setiap waktu, betul tidak? Tapi jumlah motor sama, jumlah mobil sama, ada posisi sangat tidak polusi. Nanti kalau perlu saya kirimkan gambar satelitnya ke Pak,” ujar Anies.
“Supaya Bapak bisa menyaksikan. Inilah mengapa kita mengambil langkah itu pakai ilmu pengetahuan, pakai data, dan menggunakan scientist. Kalau tidak pakai itu, tidak akan ada langkah yang benar,” imbuhnya.