Waket Partai Garuda Jawab Isu Gibran Dibisiki Orang Menggunakan Alat saat Debat

palevioletred-jellyfish-458835.hostingersite.com – Teddy Gusnaidi, Wakil Ketua Umum Partai Garuda menjawab isu yang beredar soal Gibran yang menggunakan alat dengar saat debat.

Ia mengatakan masyarakat bisa menilai mana yang fitnah dan mana yang kejujuran.

“Urusan debat pilpres harusnya sudah selesai, hasilnya kan tinggal diserahkan pada masyarakat. Tapi karena masih ada fitnah, maka saya wajib meluruskan, sebagai bagian dari pendidikan politik bagi masyarakat,” kata Teddy dalam keterangannya, dikutip dari Detik News, pada Selasa (26/12/2023).

Teddy juga membantah adanya alat yang tertempel dan berfungsi untuk membisiki jawaban,

Ia mengaku jika isu itu benar, maka Gibran akan kaku ketika menjawab seluruh pertanyaan yang diberikan.

Baca Juga :   3.186.686 Lembar Surat Suara Pemilu Tiba di KPU Pati

“Ada tuduhan Gibran dibisiki seseorang menggunakan alat. Karena dalam debat, Gibran begitu lancar bicara dan tidak kaku. Saya luruskan ya, orang normal mana pun kalau didikte saat bicara harusnya kaku, sedangkan Gibran tidak kaku. Mahfud dan Muhaimin yang membaca contekan saja, intonasinya kaku, tidak lancar, apalagi jika mengikuti orang bicara,” ucapnya.

Ia juga membantah adanya pertanyaan dari KPU yang bocor sehingga Gibran mampu menghafal jawaban.

“Gibran difitnah menghafal jawaban. Tentu tujuannya mau memframing bahwa pertanyaan untuk Gibran, sebelumnya telah dibocorkan oleh KPU. Sayangnya yang memfitnah lupa, karena ada pertanyaan pribadi dari Mahfud Md dan Muhaimin Iskandar. Apakah Mahfud dan Muhaimin membocorkan pertanyaan mereka agar Gibran bisa menghafal jawaban?” ujar dia.

Baca Juga :   Anggota DPRD Pati Harapkan Seluruh Tahapan Pemilu Dapat Berjalan Lancar

“Sudah terbantahkan ya, secara manusia normal tidak mungkin Gibran bisa lancar bicara jika didikte dan juga tidak mungkin Mahfud-Muhaimin mengkhianati capres mereka dengan membocorkan pertanyaannya ke Gibran. Fitnah ini hanya untuk menyalurkan perasaan sakit hati dan terluka saja,” lanjutnya.

Tidak lupa, Teddy meminta maaf terkait dengan kemampuan Gibran yang membuat banyak orang sakit hati.

“Maka dari itu, sebagai juru bicara Partai Garuda, sekaligus juru bicara Prabowo-Gibran, saya menyatakan permohonan maaf sebesar-besarnya, jika kemampuan Gibran ternyata membuat kalian sakit hati dan terluka. Sekali lagi mohon maaf,” tutur dia.