Pati, palevioletred-jellyfish-458835.hostingersite.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati di tahun 2024 menganggarkan ratusan juta untuk penataan Alun-alun Kembang Joyo Pati.
Fungsional Tata Kelola Bangunan Gedung dan Kawasan Pemungkiman pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUTR) Pati, Slamet Budi Setiyanto mengungkapkan penataan Alun-alun Kembang Joyo Pati mulai dari pembongkaran lapak bangunan hingga pembuatan jalan tembus dianggarkan kurang lebih sekitar Rp548 juta.
“Untuk tahun ini, untuk pembuatan jalan masuk dan saluran serta pembongkaran area tengah itu sekitar Pagu kita sekitar di Rp548an juta. Sekitar itu,” kata Budi.
Penataan Alun-alun Kembang Joyo Pati diperkirakan rampung selama 90 hari yakni bulan Desember 2024.
Kemudian, dikatakan Budi bahwa penataan Alun-alun Kembangjoyo Pati bakal disamakan seperti Alun-alun Simpang Lima Pati. Namun, untuk menyempurnakan, pihaknya melanjutkan bakal memerlukan waktu yang panjang.
“Untuk kedepannya kita tata yang tengah seperti alun-alun utama,” ungkapnya.
Pihaknya pun mengharapkan dengan adanya penataan Alun-alun Kembangjoyo Pati mampu menghidupkan perekonomian para PKL setempat serta menambah jumlah area terbuka.
“Kedepan dengan penataan kembali alun-alun Kembangjoyo Kalidoro ini nanti bisa, satu, menghidupkan perekonomian terkait PKL sendiri, yang kedua kita menambah area terbuka,” bebernya.
Sebelumnya, Alun-alun Kembangjoyo Pati dibangun pada tahun 2021. Tetapi mulai beroperasi dan mulai ditempati PKL tepat pada bulan Maret 2022.
Jumlah keseluruhan PKL, Kepala Disdagperin Pati, Hadi Santoso menyebutkan sebanyak 390 PKL yang menempati. Namun memasuki bulan Juni 2022 omset pedagang diketahui mulai menurun.
“Awal mulanya memang ramai, sangat ramai bahkan. Kemudian ketika sudah memasuki bulan ke-6 setelahnya menurun Omzet pedagang menurun kemudian juga jumlah pedagang atau PKL juga berkurang,” jelasnya. (*)

Wartawan palevioletred-jellyfish-458835.hostingersite.com