Rembang, palevioletred-jellyfish-458835.hostingersite.com – Divisi Hukum pasangan calon (Paslon) nomor urut 1 Vivit-Gus Umam menyayangkan aksi vandalisme terhadap alat peraga kampanye (APK) di Rembang. Pihaknya juga mengimbau kepada para pendukung untuk tetap utamakan kedamaian jelang Pilkada 2024.
Diketahui, aksi corat-coret tersebut terjadi pada dua baliho pasangan calon (Paslon) dan satu rumah warga. Belum diketahui siapa pelaku yang memulai aksi ini, namun segala bentuk vandalisme tidak dibenarkan karena bisa berdampak merugikan.
Menurut video yang beredar, tampak baliho Paslon 2 disemprot menggunakan cat di bagian wajah, sementara baliho Paslon 1 disemprot dengan lambang hati atau love. Ada pula salah satu rumah warga yang juga menjadi sasaran aksi ini dengan ditulisi kalimat ‘anti gosip loss’.
“Kami menyayangkan adanya aksi tersebut, adanya aksi penyoretan dan perusakan, sebenarnya kami berharap politik berjalan dengan damai,” ungkap Divisi Hukum Paslon nomor urut 1 Vivit-Umam, Ahmad Najieh pada Jumat (4/10/2024).
Lebih lanjut, ia mengatakan agar masyarakat tetap waspada dan tidak terprovokasi. Menurutnya, aksi seperti ini bisa saja dilakukan untuk memperkeruh suasana sebelum pesta demokrasi yang berlangsung pada 27 November 2024 mendatang.
“Ini jelas, siapapun tahu ke mana arah narasinya. Ada pihak-pihak yang ingin memperkeruh Pilkada di Rembang, termasuk ada pihak yang ingin menjatuhkan pasangan Vivit-Umam,” tegasnya.
Ahmad Najieh juga mengimbau agar pihak-pihak yang merasa dirugikan segera melapor ke pihak berwajib. Ia tidak menginginkan hal ini dibiarkan, sehingga muncul narasi-narasi yang tidak sesuai dan memicu ketegangan.
“Saya harap bisa ditindaklanjuti, kalau memang yang dirusak APK mohon sekiranya yang merasa dirugikan melaporkan ke pihak yang berwajib. Karena bisa saja ini adalah bentuk playing victim untuk menarik simpati masyarakat. Kami juga merasa dirugikan, dengan adanya pencoretan itu menarasikan bahwa aksi vandalisme itu dari pihak Paslon 01,” terangnya.
“Mari kita laksanakan proses pilkada dengan riang gembira. Kita unggulkan SDM untuk Rembang Tangguh,” imbuhnya.
Terpisah, Ketua Bawaslu Rembang, Totok Suparyanto mengaku lembaganya belum menerima laporan mengenai aksi vandalisme alat peraga kampenye. Meski demikian, timnya sudah mendatangi lokasi secara langsung untuk melakukan investigasi.
“Sampai saat ini belum ada laporan aduan masyarakat mengenai hal itu. Kami sudah mendatangi lokasi kejadian yang berada di Desa Kedungringin, Kecamatan Sedan. Terkait pelaku, belum terdeteksi. Dimungkinkan itu APK ilegal,” pungkasnya. (*)