Bawaslu Semarang Digeruduk oleh Relawan Luthfi-Yasin, Ada Apa?

Semarang, palevioletred-jellyfish-458835.hostingersite.com – Kantor Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Semarang digeruduk oleh relawan calon gubernur dan wakil gubernur dari Ahmad Luthfi dan Taj Yasin.

Mereka mempermasalahkan ujaran Ketua Bawaslu Semarang Agus Riyanto kepada salah satu relawan.

Dalam hal ini, Koordinator relawan palson Luthfi-Yasin, Sulistiono mengungkapkan bahwa peristiwa ini terjadi saat aada kegiatan Cagub Luthfi di Alun-alun Bung Karno.

“Dia (Ketua Bawaslu) ketemu Mas Ipung relawan kita. Ucapannya, omongan itu ‘Piye kok ra linier, kan mbingungke aku’ (gimana kok tidak linier, kan membingungkan aku). Linier maksudnya kalau Cabup ya Pak Ngesti, Cagub Andika,” kata Sulistiono, dikutip dari Detik News, pada Kamis (17/10/2024).

Kemudian sebanyak 50 orang relawan mendatangi kantor Bawaslu Kabupaten Semarang. mereka meminta penjelasan perkataan dari ketua bawaslu.

“Kita ke kantor Bawaslu hari itu juga. Dia ucapkan permintaan maaf. Itu Ketua Bawaslu langsung karena yang mengucap Bawaslu langsung. Langsung minta maaf,” ujar Sulistiono.

“Kita akan ajukan laporan ke DKPP (Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilihan Umum) baru kita buat acuannya,” imbuhnya,

Atas kejadian tersebut, video permintaan maaf Ketua Bawaslu Kabupaten Semarang, Agus Riyanto, lalu beredar di media sosial. Agus menyebut saat itu tengah mengobrol biasa dengan teman lamanya yang bernama Ipung.

“Hanya miss persepsi, salah paham. Itu salah satunya teman lama saya, Mas Ipung. Baru ketemu pas kampanye kemarin itu,” jelas Agus.

“Obrolan singkat. Dia bilang Kabupaten Pak Ngesti, Gubernur Pak Luthfi. Saya nimpali ‘berarti nggak linier?’ sudah itu saja. Dia jawab ‘iya tidak linier, provinsi Pak Luthfi’. Tidak ada mengarahkan,” imbuhnya.

Saat sejumlah orang datang ke Bawaslu, Agus langsung permohonan maafnya.

“Datang minta klarifikasi. Saya jelaskan, Ipung juga dateng jelaskan bareng. Memang kemudian diivideo, ya monggo. Kalau timbulkan persepsi berbeda. Ya saya mohon maaf. Itu sebagai lembaga bentuk kedewasaan,” pungkas Agus. (*)