Pati, palevioletred-jellyfish-458835.hostingersite.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati sedang berupaya menurunkan angka stunting menjadi 14 Persen di tahun 2024 ini.
Hal ini disampaikan Sekretaris Daerah Kabupaten Pati, Jumani saat menghadiri Rapat Koordinasi Forum Komunikasi Perubahan Perilaku dalam Penurunan Stunting Lintas Agama Kabupaten Pati di Ruang Pragola, Setda Kabupaten Pati, Senin (18/11/2024) pagi.
Dikatakan Jumani bahwa stunting merupakan permasalahan nasional yang harus diperhatikan, serta segera dituntaskan. Saat ini, angka stunting di Kabupaten Pati masih di tingkat 18 persen. Padahal, target penurunan stunting nasional mencapai 14 persen.
“Artinya, kita harus bekerja lebih keras lagi untuk mencapai target nasional,” ujar Jumani.
Menengok tahun lalu, Pemkab Pati telah berhasil menurunkan angka stunting sebesar 4,5 persen. Maka dari itu, Jumani berpesan agar tidak berpuas diri.
“Namun, kita tidak boleh berpuas diri. Kita harus terus berupaya untuk mencapai penurunan yang lebih signifikan,” imbuhnya.
Kasus stunting di Kabupaten Pati dipengaruhi beberapa faktor. Pihaknya menyebutkan salah satu faktor, yakni pernikahan dini.
“Perubahan perilaku ini sangat penting, karena stunting tidak hanya disebabkan oleh faktor gizi, tetapi juga faktor-faktor lain, seperti pernikahan dini dan pendidikan yang kurang,” terangnya.
Pihaknya mengharapkan kegiatan ini nantinya mampu berperan aktif dalam upaya mencegah stunting.
“Melalui kegiatan-kegiatan keagamaan, kita dapat memberikan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya menunda pernikahan hingga usia yang tepat,” harapannya.
Sebagai informasi, Jumani menyampaikan bahwa Pemkab Pati berhasil meraih penghargaan juara II se-Jawa Tengah terkait penurunan stunting.
“Pada Rabu, 13 November 2024 lalu, Kabupaten Pati berhasil meraih penghargaan Juara II se-Jawa Tengah terkait dengan penanganan stunting dari 35 kabupaten se-Jawa Tengah,” paparnya. (*)

Wartawan palevioletred-jellyfish-458835.hostingersite.com