Pahala Sedekah Bisa Berlipat Ganda 700 Kali 

palevioletred-jellyfish-458835.hostingersite.com – Sedekah merupakan salah satu amalan sederhana, namun memberikan makna dan pahala yang besar bagi mereka yang mengerjakannya. Sedekah yang dilakukan dengan tulus tanpa mengharapkan imbalan juga akan mendapatkan ganjaran yang berlipat-lipat dari Allah SWT.

Menurut peraturan BAZNAS No.2 tahun 2016, sedekah adalah harta atau non harta yang dikeluarkan oleh seseorang atau badan usaha di luar zakat untuk kemaslahatan umum. Berkaitan dengan itu, ada sedekah yang diganjar 700 kali lipat.

Benarkah demikian? Simak penjelasan lebih lengkapnya berikut!

Pahala sedekah bisa berlipat ganda 700 kali

Dilansir dari DetikHikmah, anjuran sedekah ada di surat Al Baqarah ayat 261,

مَثَلُ الَّذِينَ يُنْفِقُونَ أَمْوَالَهُمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ أَنْبَتَتْ سَبْعَ سَنَابِلَ فِي كُلِّ سُنْبُلَةٍ مِائَةُ حَبَّةٍ ۗ وَاللَّهُ يُضَاعِفُ لِمَنْ يَشَاءُ ۗ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ

Artinya: “Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.”

Menurut Tafsir Kemenag RI, sebutir benih menumbuhkan tujuh bulir dan setiap bulirnya ada seratus biji. Dengan demikian, sedekah ikhlas akan diganjar 700 kali lipat oleh Allah SWT. Pahala kebaikan tersebut dilipatgandakan bagi siapapun yang Allah kehendaki, sesuai tingkat keimanan dan keikhlasan hati yang berinfak.

Nabi Muhammad SAW juga menganjurkan umatnya untuk bersedekah. Dari Abu Dzar RA, Rasulullah SAW bersabda, “Pada setiap ruas tulang seseorang di antara kalian di setiap pagi ada kewajiban sedekah. Setiap bacaan tasbih adalah sedekah, setiap tahmid adalah sedekah, tiap tahlil adalah sedekah, setiap takbir adalah sedekah, dan mencegah kemungkaran adalah sedekah. Namun, semua itu dapat dicukupi dengan salat dua rakaat yang dikerjakan seseorang di waktu dhuha,” (HR Muslim). (*)