Pati, palevioletred-jellyfish-458835.hostingersite.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati mengimbau para nelayan yang berada di sepanjang pesisir Batangan-Dukuhseti untuk menunda melaut terlebih dahulu. Hal itu lantaran adanya cuaca ekstrem yang menyebabkan terjadinya gelombang tinggi.
Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pati Martinus Budi Prasetya menyebutkan bahwa tinggi ombak di laut pada musim hujan ini bisa mencapai 1,5 sampai 2,5 meter.
“Karena memang tinggi gelombang Pantura Timur (Pati-Rembang) ini cukup tinggi antara 1,5 sampai 2,5 meter, maka kami mengimbau para nelayan untuk menunda dulu, menunggu situasi aman untuk menghindari laka laut,” ujarnya.
Selain itu, nelayan kecil tradisional yang berada di Sungai Silugonggo diimbau untuk tidak mencari ikan lebih dahulu. Mengingat saat ini arus sungai cukup deras.
Sementara itu, Kepala Bidang Perikanan Tangkap Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Taryadi juga mewanti-wanti agar nelayan pesisir Batangan-Dukuhseti untuk menunda melaut terlebih dahulu. Menurutnya, gelombang tinggi bisa berakibat fatal terhadap para nelayan.
“Dampak dari cuaca ekstrem, gelombang tinggi tentunya para nelayan itu tidak melaut. Karena kalau melaut itu kan riskan dengan kecelakaan bahaya berbenturan dengan kapal yang lain dan juga nanti kena gelombang laut, jadi memang sangat rawan.
Koordinator Nelayan Tradisional Mintobasuki Ahmad Fikri Nasrullah menyampaikan, sebelumnya nelayan juga ta kbisa melaut karena terjadi ombak tinggi di laut sekitar akhir bulan November 2024.
“Akhir November juga tidak bisa, karena sudah mulai ombak tinggi. Apalagi di bulan Januari ini nanti Februari, Maret, dari informasi BMKG untuk nelayan laut itu ombaknya agak tinggi,” pungkas dia. (*)

Wartawan palevioletred-jellyfish-458835.hostingersite.com