palevioletred-jellyfish-458835.hostingersite.com – Isu yang menyebut jika BPJS bakal bangkrut berkembang di media sosial. Isu tersebut berkembang lantaran pihak BPJS baru bisa membayar 3-6 bulan ke rumah sakit usai klaim diajukan.
Menanggapi hal tersebut, Direktur Utama BPJS Kesehatan Ali Ghufron Mukti menegaskan bahwa BPJS tak akan bangkrut atau mengalami gagal bayar pada tahun ini.
“Saya tekankan di sini, sampai 2025 BPJS tidak akan bangkrut dan tidak akan gagal bayar. Karena di medsos, waduh bunyinya gagal bayar. 3 bulan baru dibayar, 6 bulan baru dibayar rumah sakit. Saya sampaikan tidak ada (pembayaran nunggak hingga 3 bulan),” jelasnya dilansir dari Kompas.
Pihaknya lantas meminta pihak yang menggiring isu tersebut untuk menunjukkan rumah sakit mana yang pembayaran klaimnya masih menunggak.
Ia mengatakan bahwa klaim akan dibayar BPJS maksimal 15 hari sejak pengajuan. Kecuali jika ada dispute atau pending.
“Asal klaimnya beres, artinya itu tidak ada dispute ya, kalau dispute itu masih dispute atau masih belum diputuskan atau pending klaimnya, itu BPJS bayar tidak lebih dari 15 hari, kami jamin,” jelasnya.
“Jangan dibandingkan dengan swasta loh ya. Ini ada orang heran kalau swasta, karena kalau segitu terlalu cepat,” lanjutnya.
Ia menilai jika berita miring memang lebih cepat menyebar sehingga menjadi viral di masyarakat.
“Karena di Indonesia berita miring, wah yang itu luar biasa, Pak. Umpamanya mohon maaf itu pendingnya bisa (cuma) 2 persen, ramai, Pak. Padahal 95 persen lebih enggak pending (mandek), dibayarkan lunas, beres. Tapi enggak (menjadi) isu,” jelasnya.
Sebelumnya, Perhimpunan Rumah Sakit Indonesia (Persi) Jawa Timur melaporkan pembayaran klaim tertunda oleh BPJS Kesehatan mencapai Rp500 miliar. Jumlah tersebut untuk 12.000 pelayanan di 439 rumah sakit di Jawa Timur.
Ada sejumlah hal yang menjadi penyebab klaim tersebut tertunda. Diantaranya ada temuan kode diagnosis atau prosedur yang tidak tepat ataupun indikasi perawatan tidak tepat.
Faktor lainnya adalah karena ada pengajuan klaim tidak disertai dengan bukti atau dokumen pendukung yang diperlukan.
Anggota Kompartemen Pembiayaan dan Jaminan Kesehatan Persi, Daniel Budi Wibowo, menyebut jika klaim tertunda menjadi besar karena ada perubahan sistem laporan klaim dari BPJS Kesehatan yang kini memakai AI.
Sistem dengan AI digunakan untuk menyaring klaim agar mencegah fraud atau kecurangan. Sebab beberapa waktu lalu ada kasus klaim fiktif. (*)

Redaksi palevioletred-jellyfish-458835.hostingersite.com