palevioletred-jellyfish-458835.hostingersite.com – Korban keracunan minuman keras (miras) di Cianjur, Jawa barat bertambah 12 orang dari 10 orang. Diantara para korban, sembilan dinyatakan meninggal dunia, sementara tiga lainnya menjalani perawatan.
“Korban meninggal karena miras oplosan menjadi sembilan orang,” terang Kasatnarkoba Polres Cianjur AKP Septian Pratama, Senin (10/2/2025), dilansir dari ANTARA.
Sementara itu, tiga korban yang sebelumnya dirawat di rumah sakit, dua diantaranya sudah diperbolehkan pulang karena kondisinya membaik. Satu korban berinisial C masih menjalani perawatan intensif di RSUD Sayang.
“Untuk yang tiga orang lainnya, satu orang masih dirawat dan dua orang sudah membaik sehingga diizinkan pulang,” lanjutnya.
AKP Septian mengatakan pihak berwajib terus berkoordinasi dengan ihak terkait untuk memantau perkembangan kondisi korban selamat.
“Kita koordinasi dengan dinas kesehatan juga untuk memantau perkembangan kondisi korban yang selamat, terutama yang masih dirawat,” kata dia.
Kepolisian Resor Cianjur, Jawa Barat turut membuka posko laporan korban keracunan miras oplosan yang terjadi pada Kamis (6/2/2025) tersebut. Hal ini dikarenakan dugaan masih ada korban yang belum terdata.
Sebelumnya, pesta miras oplosan dengan kadar alkohol 96 merenggut sejumlah nyawa warga di Desa Kademangan, Kecamatan Mande, Kabupaten Cianjur. Para korban mengonsumsi miras dicampur alkohol murni yang diduga dibeli dari toko online pada hari Kamis (6/2/2025).
Namun, pada Jumat (7/2/2025) sore mereka merasakan gejala keracunan, seperti panas di dada dan sakit perut.
“Korban mulai merasakan gejala seperti panas di dada dan sakit perut pada Jumat sore hingga malam,” terang Kapolsek Mande, AKP Dadeng saat itu. (*)

Redaksi palevioletred-jellyfish-458835.hostingersite.com