Pati, palevioletred-jellyfish-458835.hostingersite.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati terus melakukan inseminasi buatan atau IB pada sapi perah. Hal ini digunakan untuk menambah jumlah sapi perah dan juga berdampak terhadap produksi susu.
Setidaknya Kabupaten Pati saat ini baru mempunyai dua tempat budidaya sapi perah. Diantaranya di Dusun Jagan, Desa Sukoharjo, Kecamatan Margorejo dan Desa Dengkek, Kecamatan Pati.
Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian (Dispertan) Kabupaten Pati, Andi Hirawadi menyebut bahwa dua tempat itu baru mempunyai 150-an ekor sapi perah. Produksi susu yang dihasilkan juga belum bisa mencukupi kebutuhan Kabupaten Pati.
Dalam menambah jumlah sapi perah, dia berujar akan terus melakukan inseminasi buatan (IB). Terlebih Dispertan juga mempertahankan sapi perah yang masih produksi.
“Harapan kita untuk pengembangan ke depannya yang ada ini kita pertahankan dengan cara meng-IB bibit sapi perah,” ujar Andi.
Dia menjelaskan, sapi perah yang bisa dilakukan inseminasi buatan yaitu pada usia 1,5 sampai 2 tahun.
Dengan inseminasi buatan ini, diketahui bakal menambah jumlah sapi sehingga produksi susu meningkat.
“Kondisi yang ada kita pertahankan, karena insyaallah lumayan untuk menambah penghasilan mereka karena setiap hari ada pemasukan,” paparnya.
Untuk diketahui, per ekor sapi perah setiap harinya bisa memproduksi 8 sampai 14 liter. Namun, hal ini juga perlu adanya pembibitan baru sehingga ke depan ada regenerasi baru.
“Setiap hari satu ekor kadang mengeluarkan 10 liter, yang bagus sampai 14 liter,” pungkasnya. (*)
Redaksi palevioletred-jellyfish-458835.hostingersite.com