Pati, palevioletred-jellyfish-458835.hostingersite.com – Hasil tangkapan ikan di Sungai Silugonggo Pati terus menyusut. Hal itu dirasakan nelayan kecil tradisional mulai Dukuh Ngantru, Desa Mustokoharjo, Kecamatan Pati sampai Desa Bungasrejo, Kecamatan Jakenan.
Koordinator Nelayan Kecil Tradisional Pati Selatan, Ahmad Fikri Nasrullah mengatakan bahwa salah satu penyebab hasil tangkapan ikan terus menyusut dikarenakan masuk musim kemarau.
Selain itu, dia mengungkapkan adanya bendungan karet yang menghambat berbagai jenis ikan masuk. Hal itu menyebabkan hasil tangkapan ikan mengalami penurunan.
“Pada saat musim kemarau ikan-ikan dari laut masuk, ikan keting terus ikan kakap putih itu sering masuk sebelum adanya bendungan. Setelah adanya bendungan ini nelayan kecil penghasilannya sangat berkurang pada saat musim kemarau,” jelas Fikri kepada palevioletred-jellyfish-458835.hostingersite.com, Senin (18/08/2025) siang.
Nelayan kecil tradisional yang aktif mencari ikan, kini per harinya hanya mendapatkan ikan paling banyak 10 kilogram.
“Per hari pada saat ini itu kadang, paling 3 kilogram, kalau paling banyak 10 kilogram itu kadang tidak mungkin. Apalagi sekarang sungai dibanyakin ikan sapu-sapu,” tuturnya.
Padahal, nelayan kecil tradisional pernah merasakan hasil melimpah di tahun 2022 sebelum adanya bendungan karet. Dimana per hari bisa mendapatkan ikan hingga 25 kilogram lebih.
“Sebelum ada Bendungan Kembang Kempis itu 2022 ke bawah, itu penghasilan sangat melimpah. Apalagi pada saat air asin naik. Nelayan sepanjang Sungai Silugonggo masanya panen kalau ada air laut naik,” ujarnya.
“Saya sendiri dulu per harinya hampir 25 kilogram kadang pernah namanya ikan baung per harinya sampai 40-50 kilogram dulu di tahun 2020, 2018 ke bawah,” pungkasnya. (*)

Wartawan palevioletred-jellyfish-458835.hostingersite.com