Anak dengan Diabetes Tipe 1, Aman atau Tidak untuk Berpuasa?

palevioletred-jellyfish-458835.hostingersite.com Penderita diabetes harus memberikan perhatian khusus selama menjalankan ibadah puasa. Khususnya bagi anak yang mengalami penyakit diabetes tipe 1, setidaknya harus ada rekomendasi dan konsultasi dari dokter spesialis anak atau dokter spesialis penyakit dalam, untuk tahu bolehkah anak dengan diabetes berpuasa atau tidak.

Secara umum, anak yang menderita diabetes tipe 1 boleh berpuasa dengan catatan anak tersebut dengan kontrol metabolik yang baik. Penentuannya dilihat dari kadar gula darah dan kadar HbA1c yang sesuai target bersama dokter guna mencegah komplikasi.

Dikutip dari jurnal penelitian di PubMed, US National Library of Medicine di National Institutes of Health, beberapa dokter berpengalaman berpendapat bahwa anak, remaja, dan yang lebih tua bisa aman menjalani puasa dengan kontrol glikemik. Kontrol ini dilakukan untuk pemantauan diri secara teratur di bawah pengawasan ketat seorang profesional.

dr. Amani Taha Osman, dokter spesialis anak di Imperial College London Diabetes Centre, menyampaikan anak dengan diabetes tipe 1 yang akan berpuasa harus mengikuti rekomendasi yang diberikan oleh dokter, karena anak dengan diabetes tipe 1 membutuhkan perhatian khusus dari dokter anak. Ini dilakukan serta-merta untuk mengurangi risiko komplikasi ketika berpuasa. Namun, akan lebih aman lagi jika anak dibebaskan dari puasa.

Baca juga: Kiat Berpuasa Bagi Penderita Diabetes Menurut Ahli

Tips Puasa untuk Anak dengan Diabetes

Jika dokter memperbolehkan anak yang memiliki diabetes berpuasa, mulai jalani prosedur diet yang dianjurkan.

Diet

Anak dengan diabetes tipe 1 yang berpuasa sebaiknya tidak makan berlebihan dan hindari makanan yang mengandung karbohidrat dan lemak tinggi saat sahur dan berbuka, termasuk makanan siap saji. Ini dilakukan agar tidak memicu serangan kadar gula tinggi (hiperglikemia). Terapkan diet ini selama anak menjalani puasa di bulan Ramadan. Aturan diet dan nutrisi untuk anak dengan diabetes tipe 1 yaitu:

  • Hindari makanan yang mengandung karbohidrat dan lemak tinggi selama sahur dan berbuka.
  • Perbanyak konsumsi buah-buahan, sayuran hijau, sereal, yoghurt, dan lentil (sejenis kacang lunak).
  • Perbanyak minum air putih saat sahur dan berbuka untuk mengembalikan cairan tubuh yang hilang.
  • Dalam satu piring makanan harus mengandung karbohidrat kompleks dan makanan berserat supaya lebih lama dicerna dan diserap.

Baca juga: Puasa Bisa Meningkatkan Kesuburan Pria? Begini Penjelasan Dokter

Latihan dan Aktivitas Fisik

Bagi penderita diabetes sangat penting untuk mengontrol intensitas latihan dan aktivitas fisik selama berpuasa dari sahur sampai berbuka. Hindari aktivitas fisik yang berlebihan demi menghindari komplikasi kesehatan. Berikut aturan latihan dan aktivitas fisik anak dengan diabetes tipe 1 selama berpuasa:

  • Hindari latihan keras selama berjam-jam saat puasa
  • Pertahankan intensitas latihan dan aktivitas fisik normal.

Regimen Insulin

Pemberian insulin dilakukan untuk mencapai kisaran glukosa darah yang telah ditentukan oleh dokter. Biasanya regimen insulin dilakukan secara teratur agar tidak terjadi serangan mendadak gula darah rendah atau gula darah tinggi. Penyesuaian insulin selama anak dengan diabetes tipe 1 berpuasa sebaiknya Anda konsultasikan terlebih dahulu bersama dokter endokrinologi anak.

Pemantauan Kesehatan

Pemantauan kesehatan sangat penting untuk mengetahui kadar gula darah anak dengan diabetes tipe 1. Pemantauan kadar gula darah sebaiknya dilakukan sebelum makan sahur, sebelum buka puasa, atau tiga jam setelah buka puasa.

Orangtua harus diedukasi secara terstruktur agar mengetahui apa saja yang menjadi fokus mereka pada bulan Ramadan, seperti edukasi tentang:

  • Self-monitoring kadar glukosa darah di rumah.
  • Pengaturan intensitas latihan dan aktivitas fisik anak.
  • Kepatuhan terhadap anjuran dokter mengonsumsi obat-obatan.
  • Perencanaan menu makanan dan minuman untuk diet selama bulan Ramadan.
  • Fokus pada penyebab dan cara menghadapi serangan hipoglikemia, hiperglikemia, dehidrasi, dan ketoasidosis diabetik.

Baca juga: Anjuran Menu Puasa untuk Ibu Hamil Selama Seminggu

Risiko Puasa untuk Anak dengan Diabetes

Saat berpuasa, sekitar 8 jam setelah terakhir makan, tubuh mulai memecah simpanan energi untuk menstabilkan kadar glukosa darah agar tetap berada di kisaran normal. Anak dengan diabetes tipe 1 berisiko lebih tinggi terkena gula rendah, gula tinggi, dehidrasi, dan asidosis. Risiko ini lebih tinggi diderita oleh orang dengan diabetes tipe 1 daripada diabetes tipe 2 ketika berpuasa.

dr.Bambang Tridjaja AAP, Sp.A(K), dokter spesialis anak, menyatakan bahwa boleh tidaknya seorang anak dengan diabetes tipe 1 berpuasa yakni tergantung pada tingginya risiko yang muncul nantinya, seperti risiko gula darah rendah (hipoglikemia) atau gula darah tinggi (hiperglikemia). (*)

Baca juga: Seminggu Pasca Lebaran, Apa Kabar Berat Badan?

 

Jangan lupa kunjungi media sosial kami, di facebook dan instagram

Redaktur : Ulfa PS