Keutamaan-keutamaan Menjalin Silaturahmi

palevioletred-jellyfish-458835.hostingersite.com – Islam mengajarkan untuk menjaga silaturahmi untuk memperkuat tali persaudaraan. Kata silaturahim berasal dari dua kata, yaitu ‘silah’ yang artinya tali atau hubungan dan ‘rahim’ berarti kasih sayang, sehingga diartikan menyambung kasih sayang persaudaraan.

Dalam hadits dari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda, “Barang siapa percaya kepada Allah dan hari kiamat hendaknya menghormati tamu, barang siapa yang percaya kepada Allah dan hari Kiamat harus menjaga hubungan tali persaudaraan, serta barang siapa yang percaya kepada Allah dan hari Kiamat harus berkata baik atau hendaknya diam saja,” (HR Bukhari dan Muslim).

Dalam hadist lainnya, dari Abdullah bin Amr RA, Rasulullah SAW pernah bersabda, “Orang yang menyambung silaturahmi bukanlah orang yang membahas kebaikan seseorang dengan kebaikan yang sama (serupa), tetapi orang yang menyambung silaturahmi adalah orang yang berusaha kembali menyambung silaturahmi setelah diputuskan oleh pihak lain,” (HR Bukhari).

Sementara itu, berikut keutamaan-keutamaan dari menyambung silaturahmi, dilansir dari DetikHikmah.

Diluaskan rezeki dan dipanjangkan umur

Dari Anas bin Malik RA, Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa yang senang diluaskan rezekinya dan dipanjangkan umurnya, maka hendaklah ia menyambung silaturahmi,” (Muttafaq alaih).

Rasulullah SAW juga bersabda, “Barangsiapa yang bertakwa kepada Tuhannya dan menyambung silaturahmi, niscaya umurnya akan diperpanjang, hartanya akan ditambah dan keluarga akan mencintainya,” (HR Bukhari).

Dibalaskan surga Allah SWT

Dalam sebuah hadist Bukhari dan Muslim, “Seorang laki-laki bertanya, ‘Ya Rasulullah, ceritakanlah kepadaku amalan yang memasukkan aku ke dalam surga’, Rasulullah SAW bersabda, ‘Engkau menyembah Allah dan tidak menyekutukan sesuatu dengan-Nya, mendirikan shalat, menunaikan zakat (sedekah), dan menyambung tali silaturahmi’,” (HR Bukhari dan Muslim).

Dilindungi oleh Allah SWT

Rasulullah SAW bersabda, “Hubungan kekeluargaan (silaturahmi) digantungkan pada Arasy. Ia berkata, ‘Siapa yang menyambungku, Allah akan menyambungnya, dan siapa yang memutuskan aku, Allah pun memutusnya’,” (HR Muslim). (*)