Pati, palevioletred-jellyfish-458835.hostingersite.com – Asnawi, Penyuluh Agama Islam dari Pati lakukan penyuluhan agama dengan metode berbeda berbeda di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas Kelas II B) Pati. Ia melakukan bimbingan penyuluhan dengan pendekatan logoterapi.
“Pembinaan di Lapas merupakan upaya kami untuk mendukung tujuan lapas mencegah terjadinya pengulangan tindak pidana,” ujar Asnawi, Kamis (27/5/2021).
Logoterapi merupakan serangkaian materi dan praktik yang diberikan kepada para warga binaan lapas agar sadar tentang makna hidup yang dijalani.
“Pendekatan logoterapi menjadi salah satu pilihan untuk membantu para warga binaan agar mereka menjalani lehidupan yang lebih baik agar menemukan makna hidup yang sebenarnya,” imbuh penyuluh agama Islam Kemenag yang juga Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Pati.
Ia mengaku penyuluhan di lapas sudah ia lakukan sejak tahun 2009 dan masih berjalan rutin hingga sekarang.
Baca juga: Napi Lapas Gunung Sindur Terlibat Edarkan Puluhan Kilo Ganja
Para warga binaan diwajibkan mengaplikasikan beberapa hal dalam kehidupan sehari-hari usai mendapat materi pembinaan. Diantaranya menulis buku, artikel, melukis, atau membuat benda fisik yang dapat dilihat.
Warga lapas juga diwajibkan menjalin komunikasi dan diskusi kelompok untuk menyadarkan bahwa mereka adalah bagian dari makhluk sosial.
Serta mengevalusasi diri terhadap keterpurukan yang dialami selama hidup menjadi tahanan hingga disugesti bahwa setiap orang bisa mengalami kegagalan.
“Yang jadi sasaran kita, para napi mampu mengambil sikap yang tepat dan merespons sikap orang luar. Terhadap kejahatan yang telah dilakukan sebisa mungkin kita jelaskan bahwa kejadian tragis masa lampau tidak dapat diubah. Tapi yang dapat diuubah adalah sikap kita dimasa mendatang,” jelas Asnawi. (*)
Baca juga: Remisi Khusus Hari Raya Waisak, Diharapkan Jadi Stimulus Berkelakuan Baik
Jangan lupa kunjungi media sosial kami, di facebook, twitter dan instagram
Redaktur: Ulfa PS
Wartawan Area Kabupaten Pati